1. Gunakan Fokus Manual

Hidupkan fokus manual dan putarlah bulatan fokus yang seperti cincin sampai anda bisa melakukannya dengan benar. Disamping itu juga, hal ini merupakan cara tercepat untuk mendapatkan titik fokus yang tepat. Kebanyakan lensa memiliki sistem fokus yang lambat atau dengan kata lain jika cahaya di lokasi pemotretan sedikit, maka sulit untuk menetapkan fokusnya. Untuk fotografi di alam liar, anda dapat mencoba untuk menggunakan mode fokus manual atau juga auto fokus. Kedua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Penggunaanya tergantung pada situasi pemotretan yang anda lakukan. Bayangkan seekor burung duduk tepat di belakang dari beberapa cabang pohon, maka jika anda menggunakan auto fokus, sebagian besar akan fokus pada cabang, gantinya seekor burung. Tapi jika anda menggunakan fokus manual, maka hal tersebut akan memberikan anda kontrol yang lebih baik dalam situasi seperti itu

  1. Tekan Tombol Shutter setengah

Hal ini merupakan trik sederhana yang mana sebagian besar pemula tidak menyadari atau gagal untuk melihatnya. Kecepatan (shutter) dari kamera bekerja dengan dua cara, yaitu: (1) Menekan tombol shutter setengah mengunci fokus dan pengaturan lainnya dan memberikan anda signal berlampu hijau atau bunyi untuk memberitahukan bahwa subjek anda telah terkunci atau berada dalam fokus. Dan (2) Tekan tombol shutter sepenuhnya dan klik gambar. Jika anda tidak mendapatkan pemberituahuan berupa lampu hijau saat menekan tombol shutter setengah, maka cobalah kembali. Fitur ini tidak tersedia jika anda berada atau menggunakan mode fokus manual.

  1. Ketahui cara menggunci Fokus

Teknik fotografi yang harus dipelajari seorang pemula ialah mengunci focus atau focal. Kita harus bisa menemukan focal length yang pas sehingga gambar bisa lebih fokus baik subjek dan background. Bila kita salah mengunci fokus, maka hasil foto kita akan blur.

  1. Pengaturan Khusus

Jika anda mengambil gambar berulang-ulang kali dari subjek anda dengan menggunakan cara yang sama, maka anda dapat menyimpan pengaturan anda pada tombol pengaturan khusus yang berada pada tombol mode. Misalnya, jika anda mengambil gambar potret di dalam ruangan secara teratur dibawah kondisi pencahayaan yang sama, maka anda dapat menyimpan pengaturan dibawah mode khusus (C1, C2 untuk kamera Canon dan U1, U2 untuk kamera Nikon).

  1. Perhatikan Nilai Iso

Pada umumnya, penggunaan ISO yang tinggi saat mengambil gambar tidaklah dianjurkan, tetapi kamera DSLR anda biasanya mampu melampaui ISO 6400. Peningkatan nilai ISO meningkatkan sensitivitas sensor di dalam kamera tapi membuat batere kamera anda cepat habis. Ini berarti bahwa anda dapat melihat bahkan dalam situasi yang gelap. Tetapi dengan adanya peningkatan nilai ISO, maka jumlah bintik-bintik hitam pada gambar pun akan meningkat. Dalam beberapa situasi yang gelap gulita, hal itu setidaknya memberikan anda sesuatu. Sesuatu yang lebih baik daripada tidak sama sekali. Disamping itu, anda juga dapat mengurangi bintik-bintik hitam pada foto anda saat melakukan pemeriksaan paska pemotretan (editing) dengan menggunakan perangkat lunak yang tepat dan sesuai

  1. Membuat Gambar Subjek yang jelas

Sebuah foto harus bisa menampilkan subjek dengan jelas. Maka saat memotret, kita harus memperhatikan pencahayaan, aperture dan komponen lainnya. Dengan setting yang pas, bentuk subjek akan tampak jelas dan mendalam.

  1. Ambilah Gambar di Raw

Jika anda belum menggunakan format raw untuk pemotretan, makan mulailah untuk menggunakannya sekarang. Memang pada awalnya agak sedikit kaku, tapi bertahanlah. Dengan melakukan hal tersebut anda akan dihargai dengan gambar yang lebih kaya dan penuh warna, karena anda memiliki kontrol yang lebih pada saat pengolahan (pemeriksaan pasca pemotretan). Cobalah beberapa konverter RAW yang berbeda sampai anda menemukan yang cocok untuk anda. Anda biasanya bisa mendapatkannya lewat uji coba gratis berbagai perangkat lunak. Jika harus memilih, maka pilihlah adobe lightroom untuk converter raw anda. Dengan adobe lightroom, anda dapat mengolah gambar anda dengan keinginan anda. Jadi, gunakanlah format raw setiap kali anda hendak mengambil gambar.

  1. Mengenal depth of field

Teknik lain yang perlu kita ketahui ialah mengetahui depth of field sebuah foto. Kita bisa membuat depth of field dengan mengatur kedalaman background. Kita bisa membuat background tampak blur agar subjek semakin jelas dan menonjol.

  1. Memahami Exposure

Sebagai seorang fotografer pengguna DSLR, kita harus memahami tiga komponen penting dalam exposure yakni ISO, Shutter speed dan aperture. Ingat ketiga komponen ini bekerja sama, saling melengkapi untuk menghadirkan foto yang sempurna

  1. Mencegah Image sensor kotor

Salah satu hal yang cukup menggangu kala memotret dengan kamera DSLR baru ialah munculnya kotoran dalam image sensor. Sebagai pencegahan, kita jangan sembarangan melepas lensa pada bodi kamera

  1. Cara membersihkan Kamera

Lensa merupakan hal yang penting dalam kamera. Kita harus mencegah lensa agar tidak kotor. Jangan berganti lensa disembarang tempat, sebaiknya berhati-hati kala memotret di tempat yang berdebu. Kala membersihkan lensa, kita harus hati-hati, jangan sampai membuat lensa tergores

  1. Menggunakan rule of Thirds

Untuk menempatkan subjek, kita harus memahami rule of thirds. Jangan berpatokan meletakkan subjek berada di tengah-tengah. Kita harus bisa menempatkan subjek dengan baik.

  1. Memahami point of Interst

Sebuah gambar atau foto yang menarik haruslah memiliki point of interest. Hal ini berguna untuk membuat mata orang langsung tertuju ke foto

  1. Menggunakan Horizon

Dalam menempatkan subjek, kita juga bisa menggunakan patokan horizon. Ini akan mempermudah kita kala memotret landscape.

  1. Penuhi Layarmu

Terkadang kala kita memotret, kita sering menempatkan subjek agak jauh. Sehingga foto tampak kosong dan tidak penuh. Sebaiknya, kita bisa mendekati subjek sehingga subjek bisa memenuhi layar untuk difoto. Jangan biarkan ada ruang kosong

  1. Memilih Background yang tepat

Setting kamera dan aturan pakai kamera berikutnya ialah memilih background yang tepat. Bila kita memotret subjek yang bagus, namun tidak didukung background yang pas, tentu saja menghasilkan foto yang kurang sempurna.

  1. Memotret secara Rondom

Satu teknik bagi pengguna DSLR pemula ialah memotret secara random. Kita bisa memotret secara acak dan menemukan improvisasi dan kreativitas yang baru.

  1. Selalu lakukan pembaharuan pada perangkat kamera anda

Usahakanlah agar perangkat kamera DSLR anda dibaharui selalu dengan yang baru. Biasanya kamera baru sering mendapatkan pembaharuan perangkat keras untuk menghapus perangkat lunak yang rusak. Anda dapat memeriksa jumlah perangkat keras di menu kamera anda dan pastikan bahwa perangkat keras terbaru sudah tersedia di website untuk model yang sama.

  1. Menyertakan informasi Hak cipta

Kebanyakan kamera DSLR memiliki pilihan untuk menyertakan atau menempelkan informasi hak cipta dalam sebuah gambar melalui kamera itu sendiri. Karena itu, periksalah kamera manual anda dan perhatikanlah jika kamera DSLR anda mendukungnya. Tapi jika tidak ada, maka buatlah catatan dan bawalah itu ketempat dimana anda membelinya agar mereka dapat menolong anda untuk menemukannya.

  1. Menguranggi kebisingan

Ada program yang dibuat untuk mengurangi kebisingan yang ditimbulkan oleh kamera itu sendiri pada saat mengambil gambar dengan menggunakan pencahayaan yang lama. Sekalipun demikian, hal ini akan memakan waktu yang lama setelah anda mengambil gambar yang satu dan kemudian gambar yang lain karena semuanya bergantung pada lamanya pencahayaan yang dilakukan.

  1. Gunakan Kartu memory yang cepat

Menggunakan memori card yang cepat meningkatkan kecepatan waktu proses kamera anda. Disamping itu juga, memori card yang cepat meningkatkan kemampuan memotret anda. Kartu memori memiliki tingkatan. Misalnya, class 2, class 4, class 10, dan lain-lain. Semakin tinggi nilai yang ada, maka semakin cepatlah kartu memori anda. Kartu memori yang cepat ditandai dengan kecepatan nilai transfer sekitar 45 MB/sec, 95 MB/sec, dan lain sebagainya.

  1. Gunakan Alat Pembaur Cahaya

Kebanyakan kamera DSLR memiliki cahaya yang telah tersimpan di dalamnya. Menggunakan cahaya langsung dapat menghasilkan bayangan yang kasar sehingga menyebabkan foto anda terlihat biasa-biasa saja. Anda dapat menggunakan alat pembaur cahaya yang kecil untuk melembutkan cahaya yang kasar. Tapi, jika anda tidak dapat menemukannya, maka bungkus saja kertas tisu putih yang ada disekitar anda dan pergilah. Atau anda dapat membelinya di toko-toko yang telah menyediakannya.

  1. Dapatkan Pegangan Untuk Kamera anda

Ada begitu banyak alasan kenapa harus menggunakan pegangan saat mengambil gambar. Dengan adanya pegangan, memberikan anda kemampuan untuk membawa batere tambahan di dalamnya. Pegangan juga menyeimbangkan berat kamera jika anda menggunakan lensa yang panjang. Pegangan sangat mudah untuk digunakan jika anda sering mengambil gambar dengan mode potret. Dan yang lebih penting, pegangan itu membuat anda kelihatan seperti seorang fotografer yang profesional.

  1. Gunakan Histogram

Sebagian besar fotografer, baik itu pemula atau bahkan profesional mengabaikan histogram. Padahal ini adalah alat yang sangat berguna untuk menentukan daerah mana yang kurang terang dan terlalu terang pada sebuah gambar

  1. Gunakan Sensor Pembersih

Jagalah sensor anda agar tetap bersih dan bebas dari debu dan abu. Bawalah sensor anda untuk dibersihkan jika anda melihat partikel-partikel debu dan abu pada gambar anda. Sebenarnya ada sendiri juga dapat membersihkannya tapi anda memerlukan sensor pembersih yang berkualitas bagus jika anda ingin melakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here