Gerhana matahari total adalah peristiwa fenomenal yang banyak di nanti nanti. Gerhana matahari total hanya akan terjadi kekita bulan berada ditengah tengah bumi dan matahari sehingga cahaya matahari sepenuhnya tehalang oleh bulan. Apabila sinar matahari tak sampai ke bumi, sudah dapat dipastikan bahwa sebagian wilayah bumi akan menjadi gelap. Namun, fenomena langka ini juga berpengaruh terhadap cuaca, khususnya cuaca di wilayah yang dapat melihat gerhana.

PENGARUH GERHANA MATAHARI TERHADAP CUACA

Pengaruh gerhana matahari terhadap cuaca memang belum dapat dijelasakan secara pasti, namun sebuah penelitian yang dimulai tahun 1999 telah menyingkap sedikit penjelasan sains tentang pengaruh gerhana matahari terhadap cuaca.

Logisnya, saat sinar matahari tak samapai ke bumi suhu di bumi juga akan menurun. Dari data penelitian diungkapkan bahwa, gerhana matahari total dapat mengakibatkan penurunan suhu bumi sekitar 5 derajat farenheit atau setara dengan 3 derajat celcius. Penurunan suhu inilah yang menimbulkan spekulasi tentang pengaruh gerhana matahari total terhadap cuaca lokal.

Penelitian lain yang dilakukan di Lampung, tepatnya di gunung Sugih pada tanggal 26 Januari 2009 juga menunjukkan hasil yang sama. Pengamatan mengenai pengaruh gerhana matahari terhadap cuaca ini dilakukan menggunakan mesin pengamatan cuaca otomatis (AWS). Data cuaca dicatat secara periodik dengan interval 1 jam lebih 10 detik. Data yang digunakan sebagai pengamatan adalah data cuaca sebelum, sesudah, dan saat terjadi gerhana matahari.

Melalui penelitian pengaruh gerhana matahari terhadap cuaca yang dilakukan di tanah air ini dapat diketahui parameter cuaca yang terpengaruh oleh aktifitas gerhana matahari. Beberapa paremeter cuaca tersebut antara lain, tekanan udara, suhu, dan kelembapan udara. Namun, dari ketiga faktor tersebut suhu udara dan kelembaban udara lah yang memiliki perubahan besar akibat pengaruh gerhana.

Lebih jauh, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh pusat penelitian dan pengembangan BMKG Indonesia juga mengungkap bahwa, penurunan suhu bumi bisa mencapai 4 hingga 5 derajat celcius saat terjadi gerhana. penurunan suhu ini akan mencapai puncak minimum setelah 5 menit pasca terjadinya gerhana matahari.

PENGARUH GERHANA MATAHARI TERHADAP ARAH ANGIN

Selain memiliki pengaruh terhadap cuaca, gerhana matahari juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap arah dan kecepatan angin. bermula pada tahun 1901 seorang pria bernama H. Helm Clayton mengatakan bahwa dirinya merasa ada perubahan arah angin ketika gerhana matahari terjadi. Pernyataan pria asal inggris ini menuntun seorang ilmuan asal Universitas Reading Inggris, “Giles Harisson” untuk menyelidki fenomena ini. Harisson juga menambahkan bahwa Clayton sempat menerbitkan sebuah jurnal yang membahas siklus topan saat terjadi gerhana.

Dalam penelitiannya, harisson yang dibantu oleh suzanne gray (seorang pakar atmosfer) mengumpulkan data cuaca sejak tahun 1999. Mereka menggunakan data pra gerhana di tempat yang terdampak gerhana dan menggunakan pemodelan komputer untuk memperkirakan cuaca di tempat yang tak terdampak gerhana. Dari hasil pemodelan komputer ini mereka mencoba membandingkan data hasil prediksi dan data aktual.

Dari hasil perbandingan inilah dapat diketahui bahwa, gerhana juga dapat mempengaruhi arah angin dan juga kecepatan angin. Dari hasil penelitian didapatkan penurunan signifikan kecepatan angin, yaitu sekitar 1,6 mil atau setara dengan 2,5 kilometer per jam. Selain itu, arah angin akan bergeser sekitar 20 derajat ke selatan di daerah yang gelap. Kemungkinan besar, pengaruh gerhana matahari terhadap arah angin ini sangat erat kaitannya dengan tekanan udara yang menurun di daerah gelap.

TIDAK ADA KOMENTAR