Pindad anoa 2 6×6 amphibious merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh tentara nasional Indonesia untuk memperkuat strategi MEF (Minimum Essensial Force). Walaupun masih berupa percontohan saja, namun pindad anoa 2 6×6 amphibious ini sudah membuat orang pada umumnya berdecak kagum. Sebab alat tempur amfibi tersebut akan mampu digunakan baik di darat maupun perairan. Sehingga memiliki kemampuan untuk bermanuver di dua tempat secara baik.

Pada bagian tubuh pindad anoa 2 6×6 amphibious sudah mengalami modifikasi dikarenakan untuk memudahkannya berlayar dalam perairan dalam. Hal ini pula yang akan menjadi pembeda dengan anoa model sebelumnya.

Pada bagian depan pindad anoa 2 6×6 amphibious ini memiliki bentuk yang lebih lancip layaknya bagian ujung kapal. Selain itu bagian tersebut dilengkapi dengan plat penahan gelombang air. Sedangkan pada bagian penutup dibuat lebih cembung supaya dapat menguatkan daya kedap. Bentuk anoa versi baru ini meniru pada desain panser VAB kepunyaan Reslt Perancis.

Pada pindad anoa 2 6×6 amphibious ini memiliki water propeller pada bagian belakang bodi panser dengan ukuran yang cukup besar. Fungsi dari komponen ini untuk membuat laju anoa semakin cepat dan mampu berputar sebesar satu putaran penuh. Bahkan pindad anoa 2 6×6 amphibious tersebut juga diberikan kelengkapan berupa baling-baling. Mempunyai kecepatan untuk melakukan manuver hingga 18,52 km per jam. Sedangkan untuk berat anoa beserta keseluruhan beban perlengkapannya bisa mencapai 2 ton.

Pindad anoa 2 6×6 amphibious ini merupakan buatan PT Pindad yang bisa menjadi salah satu pelengkap alutsista militer Indonesia sehingga semakin memperkuat pertahanan TNI baik di wilayah pertahanan darat maupun pertahanan wilayah laut. Meskipun masih berupa proyek percontohan saja namun untuk perkiraan harga anoa pada umumnya mencapai kisaran Rp 12 milyar.

Berdasarkan perkembangan yang ada, pindad anoa 2 6×6 amphibious ini harus melakukan tahapan uji coba kelayakan dengan beberapa tes di perairan dan daratan. Selain itu, sejumlah pengujian lain juga harus terus dilakukan terhadap panser buatan pindad tersebut agar bisa memperoleh sertifikasi dari devis penelitian dan pengembangan angkatan darat.

TIDAK ADA KOMENTAR