Berdasarkan keterangan para ahli atau ilmuwan, gerhana merupakan fenomena astronomi yang terjadi karena adanya pergerakan benda langit ke dalam sebuah bayangan benda langit lain. Gerhana matahari sendiri merupakan suatu keadaan di mana bulan berada pada posisi antara bumi dan matahari. Sehingga ketiga benda langit tersebut berada pada satu garis lurus.

Fenomena gerhana matahari ini terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari yang mencakup sebagian maupun keseluruhan cahaya matahari.  Meskipun ukuran bulan lebih kecil dibandingkan matahari maupun bumi, namun bayangan bulan mampu menutupi sinar matahari secara penuh sebab bulan berada pada jarak yang begitu dekat dengan bumi dibanding dengan jarak dengan matahari.

MACAM-MACAM GERHANA MATAHARI

Terdapat empat jenis gerhana matahari yang terjadi, yaitu:

  1. Gerhana matahari total

Gerhana matahari total merupakan puncak dari gerhana, di mana piringan matahari tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Ketika terjadi fenomena tersebut, ukuran piringan bulan sama besar atau lebih besar dari piringan matahari. Besarnya piringan matahari dan bulan ini bergantung pada jarak yang terbentuk antara bumi-bulan serta bumi-matahari.

  1. Gerhana matahari sebagian

Gerhana ini terjadi saat piringan bulan hanya menutup sebagian dari piringan matahari saja, sehingga matahari tidak tertutup secara keseluruhan.

  1. Gerhana matahari cincin

Gerhana matahari cincin terjadi apabila piringan bulan lebih kecil dibandingkan dengan piringan matahari. Sehingga bagian piringan matahari yang tidak tertutup tampak seperti lingkaran atau cincin bercahaya.

  1. Gerhana matahari hibrida

Fenomena gerhana matahari ini merupakan proses pergeseran antara gerhana total dan gerhana cincin. Fenomena ini pada titik tertentu di bumi akan tampak seperti gerhana matahari total, sedangkan pada titik lain di bumi akan tampak seperti gerhana matahari cincin. Gerhana jenis ini sangat jarang terjadi.

FENOMENA GERHANA MATAHARI TOTAL 2016 DI INDONESIA

Kabar akan terjadinya gerhana matahari total di Indonesia sudah tersiar sejak tahun 2015 kemarin. Berita ini memang benar adanya. Gerhana matahari total 2016 akan terjadi di Indonesia pada tanggal 9 Maret mendatang. Hal ini memang sudah dibenarkan adanya oleh pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa nasional (Lapan).

Gerhana matahari bulan Maret ini akan terlihat pada beberapa wilayah di Indonesia saja, tepatnya di sebelas wilayah. Pulau Jawa tidak termasuk dalam kesebelas wilayah tersebut. Informasi ini diperoleh dari kepala Lapan, Thomas Djamaludin. Meskipun tidak dapat menjumpai gerhana matahari total tersebut, akan tetap merasakan dan melihat gerhana matahari sebagian.

Berdasarkan keterangan Kepala Lapan, gerhana matahari total 2016 ini nanti akan terjadi selama dua menit saja dan tepatnya pada pukul 07.30 pada wilayah Indonesia bagian barat. Selain itu juga pukul 09.00 yang berlangsung selama 3 menit. Ketika terjadi gerhana matahari total 2016 itu maka akan berdatangan pula para ilmuwan asing ke berbagai wilayah di Indonesia yang mengalami gerhana matahari total tersebut. Fenomena tersebut tentu akan menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat serta para ilmuwan untuk mempelajari fenomena langka tersebut.

Namun dengan adanya fenomena gerhana matahari ini harus menjadikan masyarakat lebih berhati-hati. Fenomena gerhana matahari tidak boleh dinikmati atau dilihat dengan kasat mata kita. Meskipun hanya dalam hitungan detik, hal itu akan membawa dampak kerusakan permanen pada retina mata akibat radiasi tinggi. Kerusakan akibat melihat gerhana secara langsung ini akan berakibat fatal yakni kebutaan.

TIDAK ADA KOMENTAR