Menurut sebagian orang gerhana matahari yang akan berlangsung Maret mendatang merupakan peristiwa ilmiah yang dapat dinalar dan hanya gejala alam biasa. Gerhana matahari hanya sekedar kejadian langka untuk ditonton secara berbondong-bondong. Tetapi untuk setiap umat beragama yang senantiasa tunduk beribadah ketika fenomena gerhana matahari akan kuasa Tuhan YME , gerhana matahari menjadikan mereka lebih dekat dengan fenomena salah satu tanda kekuasaan Illahi tersebut dengan melaksanakan ibadah ketika gerhana matahari.

Kita tahu sendiri bahwa Indonesia merupakan Negara yang religius sehingga setiap pemeluk agama melaksanakan ritual saat gerhana matahari menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Berikut kami hadirkan ritual ibadah yang dilakukan para pemeluk agama tersebut selama gerhana matahari.

IBADAH KETIKA GERHANA MATAHARI UMAT ISLAM

Islam menganjurkan umatnya untuk melaksanakan Shalat gerhana matahari atau kusuf diambil dari kata kasafa yang berarti berubah jadi hitam. Jika dalam bahasa Arab disebut kasafat asy-syamsu yang berarti hilangnya sinar dan matahari menghitam. Terkait shalat gerhana matahari ini Rosululloh SAW bersabda:”Sesungguhnya matahari dan rembulan adalah dua tanda-tanda kekuasaan allah maka apabila kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, lalu shalatlah sehingga hilang dari kalian gelap dan bersedekahlah.”(HR Bukhari Muslim).

Ibadah ketika gerhana matahari dilaksanakan dengan tata cara menurut Aisyah Ra yang bercerita: Gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasulullah SAW kemudian beliau shalat bersama para sahabat. Beliau pun berdiri dengan lama, rukuk dengan lama, berdiri lagi dengan lama tapi lebih pendek dari yang pertama, lalu rukuk dengan lama tapi lebih pendek dari yang pertama, lalu mengangkat kepala dan bersujud dan melakukan sholat yang terakhir seperti itu, kemudian selesai dan matahari-pun sudah muncul (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Nasa’I, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Daud).

IBADAH KETIKA GERHANA MATAHARI MENURUT UMAT HINDU

Menurut mitos agama Hindu ada 2 setan yakni Ketu dan Rahu yang dipercaya menelan matahari ketika gerhana terjadi. Untuk itu bagi wanita hamil selama gerhana matahari berlangsung dianjurkan untuk tetap berada di dalam rumah agar bayi mereka tidak cacat setelah dilahirkan. Ibadah ketika gerhana matahari yang dianjurkan antara lain: puasa, doa-doa, dan ritual mandi di sungai-sungai suci.

Lebih jelasnya, umat Hindu diharapkan terjaga dan tetap siaga saat gerhana terjadi sembari mengingat Sang Pencipta dan berdoa. Sedang umat Hindu di Bali akan menggelar ritual persembahyangan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan pemukulan kentongan di setiap desa adat (desa pekraman) hingga matahari muncul secara normal kembali.

IBADAH KETIKA GERHANA MATAHARI MENURUT UMAT BUDHA

Menurut ajaran agama Budha saat gerhana matahari atau bulan merupakan waktu terbaik untuk melaksanakan Sadhana Akasagarbha Boddhisattva untuk meningkatkan kekuatan pikiran. ibadah ketika gerhana matahari berupa Sadhana ini merupakan menekuni Sadhana tertentu ketika gerhana bulan atau matahari guna mendapat adi duniawi maupun siddi duniawi (Lokiya maupun lokuttara. Seluruh tata cara ritual ketika gerhana matahari ini telah termuat dalam Tripitaka.

IBADAH KETIKA GERHANA MATAHARI MENURUT UMAT KRISTEN DAN KATOLIK

Menurut Al-Kitab versi Raja James tertulis “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu (Yoel 2:31).”

Umumnya ibadah ketika gerhana matahari yang dilakukan umat Katolik dan Kristen adalah merenungkan iman mereka. Mereka akan mengucapkan doa Bapa ketika keagungan alam terjadi. Peristiwa gerhana matahari mereka kaitkan dengan kegelapan yang menyelimuti bumi ketika Kristus meninggal karena disalib. Gerhana tersebut mendorong mereka merenungi penderitaan Kristus tersebut.

Jadi, memang sudah seharusnya seorang pemeluk agama yang taat senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan termasuk melaksanakan ibadah ketika gerhana matahari.

TIDAK ADA KOMENTAR