1. Perusahaan Smartphone Membenci Rooting

Proses rooting bertujuan untuk kontrol lebih pada smartphone ternyata juga membuat khawatir perusahaan smartphone. Seperti perusahaan yang khawatir akan diubahnya APN hanya demi mendapatkan prioritas jaringan yang lebih tinggi. Atau bahkan mengubah peraturan SMS dan MMS sehingga dapat mengirim secara gratis.

Demi menjaga kualitas keamanan, akhirnya perusahaan smartphone mengunci pengaturan dan perizinan. Artinya, perusahaan smartphone akan memutuskan aplikasi mana yang dapat kamu copot atau ubah. Mereka juga memutuskan aplikasi mana yang bisa diinstal sehingga risiko penyalahgunaan melalui aplikasi bisa dikurangi. Dengan aplikasi yang sudah diinstal di smartphone, perusahaan juga bisa mendapatkan penghasilan dari perusahaan aplikasi tersebut.

  1. Perusahaan Komponen Smartphone Membenci Rooting

Perusahaan smartphone tidak membuat keseluruhan komponen. Seperti prosesor, modem atau perangkat penyimpanan mereka beli dalam jumlah yang besar dan digunakan saat proses perakitan. Bahkan perusahaan sekelas Samsung juga menggunakan komponen dari perusahaan seperti Qualcomm, Broadcom, Toshiba, atau bahkan LG.

Melalui proses rooting, perusahaan kompenen ini takut ada orang yang memanfaatkannya untuk mencuri kekayaan intelektual mereka dan bahkan dimanfanfaatkan untuk kepentingan perusahaan pesaing. Untuk melindungi hal seperti ini, bersama perusahaan smartphone mereka sepakat untuk mengunci pengaturan dan beberapa perizinan agar hak royalti mereka juga terlindungi.

  1. Menjaga Citra Google

Tidak hanya perusahaan smartphone dan komponen smartphone yang membenci proses rooting. Google juga nyatanya tidak menyukai proses rooting. Rooting di Android memungkin beberapa tindakan tercela seperti berlaku curang pada sebuah aplikasi.Perlakuan curang pada sebuah aplikasi yang bisa dilakukan dengan proses rooting ini nyatanya bisa membuat citra Google tercoreng. Seperti isu aplikasi Netflix yang ragu merilis aplikasi mereka di Android karena takut dengan masalah pencurian film yang mungkin dilakukan dengan smartphone yang sudah ter-root. Hal seperti inilah yang akhirnya mendorong Google untuk sepakat mengunci pengaturan dan beberapa perizinan.

  1. Menjaga Privasi Pengguna

Dengan mengunci pengaturan dan beberapa perizinan, perusahaan smartphone ingin memberikan rasa aman kepada para penggunanya. Mereka ingin menjadi perusahaan yang dipercaya oleh para konsumennya sehingga tidak perlu khawatir malware akan masuk dengan mudah ke smartphone pengguna.