War-V1 merupakan salah satu pelengkap alutsista yang dibuat oleh seorang putra bangsa. Seorang mahasiswa ITS telah membuat sebuah rancangan tank yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Prototype tank tersebut sebenarnya merupakan salah satu bagian dari program untuk tugas akhir kuliah Bachtiar Duma’is, mahasiswa teknik elektro ITS tersebut.

Proyek war-v1 yang dibuatnya itu memakan waktu selama 2,5 tahun bersama BDL Tech, salah satu perusahaan milik mahasiswa ITS itu. Tank tersebut memiliki ukuran 1,65 x 1,68 x 1,95 meter. Tank war-v1 ini dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan bantuan secara tersembunyi tanpa menunjukkan keributan di sekitarnya. Uniknya tank ini tidak memerlukan awak untuk mengendalikannya, sebab sudah dikendalikan melalui remot kontrol dari jarak jauh. Sehingga akan meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban saat pengiriman bantuan darat.

Sementara ini war-v1 ini hanya memanfaatkan sinyal radio untuk menggerakkannya dan hanya memiliki jarak jangkauan mencapai 900 meter saja. Bahkan untuk rencana ke depannya tank ciptaan Bachtiar ini dikembangkan dengan menggunakan sinyal wifi agar jarak jangkauan lebih jauh hingga sejauh 6 km dan war-v1 akan lebih aman dari kemungkinan peretasan.

Tidak hanya itu, untuk melakukan keperluan tempur nanti tank war-v1 akan dilengkapi dengan plat baja dengan ukuran 3 mm yang mengelilingi bagian tank secara keseluruhan. Plat baja laterit milik LIPI adalah sasaran pembuatan tank ini. Dengan ketebalan baja antara 5 hingga 7 mm. ini sebagai upaya untuk menahan hantaman proyektil hingga caliber 7,62 mm. Namun pihak bDL tech belum mendapatkan jalan untuk mendapatkan baja tersebut. Saat ini pihak BDL Tech terus berupaya untuk mendapatkan suntikan dana untuk penyelesaian proyek tank war-v1 yang diharapkan dapat bermanfaat bagi militer Indonesia ke depannya.

Bahkan tank war-v1 tersebut sudah dilengkapi dengan komponen untuk pelempar granat serta perlengkapan tempur yang modern lainnya. Tentu tank karya BDL Tech ini akan menjadi salah satu alutsista yang akan mendukung kekuatan militer Indonesia nantinya. Kabarnya prototype tersebut sudah mendapatkan sinyal hijau dari TNI yang mulai berminat akan tank canggih tersebut.

TIDAK ADA KOMENTAR