Beranda News ABJ menyebut vaksinasi sebagai prasyarat untuk pemulihan ekonomi

ABJ menyebut vaksinasi sebagai prasyarat untuk pemulihan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Sukarelawan Bawah Air (ABJ) Jokovi menyatakan vaksinasi merupakan prasyarat bagi pembangunan atau pemulihan ekonomi masyarakat agar kekebalan sosial dapat segera terwujud.

Ketua ABJ Michael Umbas mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, bahwa seiring dengan penguatan sektor ekonomi, pihaknya telah bermitra dengan DPC PDI Perjuangan Cianjur dan dinas kesehatan setempat untuk memvaksinasi COVID-19 bagi warga Desa Sukamana, Karang Tengah. Kecamatan, Chianjur, Jawa Barat.

“Kami vaksinasi di Cianjur dengan 1.000 vaksin dan pada tahap awal ini sebanyak 500 suntikan vaksin,” kata Michael Umbas.

Dia mengatakan, Qianzhur dipilih sebagai target vaksinasi karena tingkat vaksinasi di daerah tersebut masih rendah.

“Vaksinasi Cianjur kedua adalah yang terendah di Jawa Barat,” kata Umbas.

Melalui vaksinasi, Umbas berharap Pemkab Qianjur segera mampu membangun imunitas masyarakat sehingga roda perekonomian dapat berputar kembali, termasuk dalam pengembangan sektor agrowisata di Desa Sukamana.

“Agritourism benar-benar sesuatu yang menarik. Pilihan pengembangan agrowisata sangat tepat di Desa Sukamana,” kata Umbas.

Namun, menurutnya, masalah utama dalam pengembangan agrowisata adalah infrastruktur awal. Akses jalan utama, sehingga perlu segera dibangun.

“Kami (ABJ) akan membantu Kementerian PUPR. Data perencanaan dapat disiapkan, terutama dalam kaitannya dengan akses dari jalan utama ke lokasi. Kita coba hitung, nanti bisa dikirim melalui manajemen ABJ Cianjur,” ujarnya. dia berkata.

Umbas yang juga memiliki sejarah panjang di bidang pariwisata menegaskan, ABJ akan terus membantu mengembangkan agrowisata di Desa Sukamana. Karena pariwisata saat ini berkembang pesat, harus semenarik mungkin.

Untuk pembangunan infrastruktur, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan dana desa. Tapi dia bisa memanfaatkan program pemerintah atau kerjasama dengan BUMN.

Menurutnya, jika agrowisata di Desa Sukamana berkembang, akan menjadi penggerak pembangunan ekonomi bahkan menjadi percontohan bagi desa lain.

Namun yang perlu ditekankan, kata Umbas, semua program akan sia-sia jika masyarakat tidak mengikuti vaksinasi dan mengikuti protokol kesehatan secara disiplin.

“Ini yang terpenting kalau kita punya program yang bagus, tapi kita belum divaksin, repot, orang tidak berani datang. Jika Anda ingin pergi ke pusat perbelanjaan di Jakarta, Anda harus mendapatkan vaksinasi. Semua tempat wisata sama, kalau mau naik pesawat harus pakai aplikasi PeduliLindung, dan semua orang harus pakai aplikasi PeduliLindung yang sudah divaksin karena masuk ke database,” ujarnya.

Sementara itu, Jasto Cristianto, Sekjen GPP PDI-P, memuji gerakan vaksinasi manusia ABJ bersama kader PDI-P di Qianzhur.

Khasto mengatakan vaksinasi yang dilakukan di Chianjur menunjukkan pergerakan vital garis bawah Jokovi bersama dengan semua rekaman PDI-P Qianjur.

“Ini membuktikan bahwa dalam situasi sulit seperti ini, gotong royong terus maju. Nilai kemanusiaan terus tumbuh dan solidaritas sosial menginspirasi seluruh gerakan dalam perjuangan ABJ melawan PDI-P,” kata Hasto.

Artikel sebelumya85,1% wilayah Indonesia jatuh pada musim kemarau.
Artikel berikutnyaPKC meminta agar Azis Shyamsuddin segera ditetapkan sebagai tersangka