Beranda Hukum Alex Nurdin membantah bahwa BPCAD telah menginvestasikan 100 miliar rupee dalam anggaran

Alex Nurdin membantah bahwa BPCAD telah menginvestasikan 100 miliar rupee dalam anggaran

Sumatera Selatan (ANTARA) – Alex Nurdin, tersangka kasus dugaan korupsi Masjid Agung Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan, menolak memerintahkan Kepala BPKAD mengalokasikan dana Rp 100 miliar per tahun untuk membangun masjid.

“Tidak ada perintah dari saya, hanya usul,” ujarnya menjawab pertanyaan jaksa agung Sumsel selaku saksi empat terdakwa (Eddie Hermanto, Dwi Krisdayani Siarifudin MF, Yudi Arminto) di PN Palembang. Selasa.

Menurut Alex, dia hanya mengusulkan kepada Ketua BPKAD Laom L. Tobing untuk menyelesaikan dana hibah yang dianggarkan masing-masing sebesar Rs 50 miliar di pertama dan Rs 80 miliar di kedua, bukan Rs 100 miliar per tahun. …

“Jadi apa yang dilakukan Pak Tobing berbeda dengan saran saya,” ujarnya.

Ia pun kemudian meyakini semua persyaratan administrasi, seperti surat lamaran dari Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya, sudah terpenuhi sebelum dana dicairkan, karena tanpa itu proses tidak akan dimulai.

“Saya yakin pasti ada proposal karena kalau tidak ada proposal, tidak akan ada proses dan naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), jadi tinggal pembayaran saja,” imbuhnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari mantan Kepala BPCAD Sumsel, Laoma L. Tobing, dalam rapat dengar pendapat, Selasa (9/7), menyatakan menerima perintah dari Alex Nurdin selaku gubernur saat itu untuk mengalokasikan anggaran. dari 100 rupiah. miliar per tahun untuk pembangunan Masjid Agung Sriwijaya di Palembang.

“Dia memerintahkan saya (Gubernur Sumsel Alex Nurdin) untuk menyumbang Rp 100 miliar per tahun untuk membangun masjid ini,” kata Laoma Tobing kepada majelis hakim anti korupsi yang diketuai Sahlan Efendi, Selasa (9 Juli). …

Permintaan tersebut, lanjut Laoma, disampaikan langsung oleh Alex Nurdin secara lisan kepada dirinya sendiri dalam pertemuan yang berlangsung di Griya Agung, Palembang (kediaman resmi gubernur) pada tahun 2014.

“Saat itu, seingat saya juga ada Pak Marwa dan beberapa pejabat dari Pemprov Sumsel,” ujarnya lagi.

Kemudian, atas perintahnya, ia menyumbangkan biaya dana hibah masjid ke dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA).

Setelah itu, ia diikutsertakan dalam pembahasan Kelompok Pemerintah Daerah (TPAD) Sumsel yang saat itu dipimpin tersangka Mukti Suleiman.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan hibah sebesar Rp 130 miliar untuk pembangunan Masjid Agung Sriwijaya dalam dua tahap.

Semester I 2015 senilai Rp 50 miliar, dan semester II 2017 senilai Rp 80 miliar yang masing-masing berasal dari APBD Provinsi Sumsel menyusul penandatanganan NPDR oleh Jamsostek. Asisten 3 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Najib.

Dalam kesempatan itu, JPU Pengadilan Tinggi Sumsel menghadirkan 11 saksi di Internet: Alex Nurdin, Muddai Madang, Jimli Asiddik, Marwan M Diah, Aditya Muhammad Pratama.

Sedangkan saksi lainnya yakni M. Rudyana, Ryzki Novandi, Resto Livian Subakti, Ervan Gustan, Rivelino Satia Nugraha dan Basjaruddin sendiri.

Artikel sebelumyaKementerian Agama RI meminta Satgas Sertifikasi Halal DIY untuk mempercepat pelayanan.
Artikel berikutnyaHalaman Perintah: Membuka Surga – Alasan Melindungi Hutan Papua