Beranda Nusantara Anak Banteng Jawa lahir di Taman Nasional Baluran di depan HKAN

Anak Banteng Jawa lahir di Taman Nasional Baluran di depan HKAN

Semoga goby tumbuh sehat

Jakarta (ANTARA) – Balai Taman Nasional Baluran mengumumkan kelahiran anak sapi Jawa di Taman Nasional Baluran, Tennessee, menjelang Hari Konservasi Nasional (HKAN).

“Saat ini jumlah banteng di Suaka Banteng Baluran (SSB) terus bertambah dan mencapai 10 ekor (dua jantan dan delapan betina). Kami sebagai pimpinan berharap populasi Banteng Jawa di SSB Taman Nasional Baluran dapat berkembang dengan baik ke depannya,” kata Kepala Balai Taman Nasional Baluran Pujiadi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Keterangan tertulis menyebutkan pedet itu lahir pada pukul 05:44 WIB pada 7 Agustus 2021 dan berjenis kelamin betina. Beratnya 19,35 kg dengan panjang tubuh 60 cm, panjang total 82 cm dan tinggi 67 cm.

Banteng Jawa telah dinyatakan sebagai salah satu dari 25 Spesies Prioritas Langka yang Dilindungi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) No. 180/IV-KKH/2015.

Hal ini juga ditegaskan oleh data IUCN Red List yang menyebutkan banteng jawa termasuk dalam status kategori lingkungan. terancam punah atau terancam punah.

Pujiadi mengatakan tim Suaka Margasatwa Banteng (SSB), dengan dukungan dokter hewan, akan terus intensif memantau dan merawat pedet pejantan selama beberapa hari ke depan.

“Harapannya, banteng cilik bisa tumbuh sehat dan normal serta terhindar dari berbagai ancaman penyakit berbahaya,” kata Pujiadi.

Sejak tahun 2012, Taman Nasional Baluran telah melestarikan banteng semi alami melalui Program Konservasi Banteng Semi Alami (PKBSA) bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia. Program ini kemudian terus berkembang menjadi Penampungan Hewan Banteng (bos javanicus), yang dilakukan sebelumnya oleh Taman Nasional Baluran.

Sebelumnya, di awal program, hanya ada tiga banteng Jawa dengan dua perempuan dan satu laki-laki. Kemudian pada tahun 2016, populasinya terus bertambah menjadi enam ekor dan terus berkembang biak hampir setiap tahun.

Artikel sebelumyaBPJS Kesehatan bermitra dengan Jamdatun untuk mendukung program JKN-KIS
Artikel berikutnyaPembebasan tiga Siamang di Sumatera Selatan