Beranda Warganet Anggota DPD Ajak Aktor Bali Bantu Atasi Defisiensi Oksigen

Anggota DPD Ajak Aktor Bali Bantu Atasi Defisiensi Oksigen

Denpasar (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Indonesia Made Mangku Pastika mengundang para aktivis ke Bali untuk membantu mengatasi kekurangan oksigen di berbagai rumah sakit (RS) di provinsi itu untuk merawat pasien COVID-19.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Para pemimpin Bali, khususnya yang kaya, perlu mewaspadai kondisi ini dan saya harap mereka bisa membantu karena menyangkut nyawa manusia,” kata mantan Gubernur Bali Pastika saat melakukan pendalaman virtual. aspirasi di Bali Denpasar, Jumat.

Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, rumah sakit di daerah tersebut menghadapi krisis ketersediaan oksigen sejak 14 Juli 2021 karena peningkatan tajam jumlah kasus COVID-19, bahkan dalam beberapa hari terakhir mencapai ini. nomor. lebih dari 1000 kasus per hari dan lebih dari 30 kematian

Anggota Panitia DPD #2 tidak memungkiri bahwa memenuhi kebutuhan oksigen tidak mudah karena semua daerah membutuhkan oksigen dan jumlah pemasok terbatas.

“Tidak bisa lagi dikatakan (masalah oksigen) itu urusan siapa, tapi harus menjadi urusan kita. Jika masalah ini tidak segera diatasi, semakin banyak saudara kita yang tidak mendapat bantuan,” ujarnya menyerap aspirasi bertajuk “Evolving Pandemic COVID-19: Sinergi dalam Upaya Pemecahan Masalah dan Pemulihan”

Jika masyarakat Bali yang kaya raya mau membantu masing-masing dari 10 oksigen konsentrator, pasti akan membantu pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, katanya. Salah satu perangkat ini mampu menghasilkan oksigen secara langsung yang dapat digunakan untuk satu pasien.

Pastika menyatakan bersedia membantu 10 unit oksigen konsentrator dan mencoba mengajak tokoh-tokoh Bali untuk berdonasi membantu menyediakan oksigen konsentrator.

Adapun generator oksigen yang mampu menghasilkan oksigen hingga 1 ton per hari, kata dia, harus segera dipikirkan.

Dengan harga satuan Rp 6 miliar, kata dia, pemerintah daerah bisa memberikan pinjaman kepada Bank BPD Bali jika alokasi anggaran dari APBD terbatas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengatakan krisis oksigen di Bali sudah lebih dari seminggu akibat penambahan kasus Covid-19.

Menurutnya, baru pada 22 Juli 2021 dari kebutuhan 113,34 ton, ketersediaan di rumah sakit hanya 40,55 ton atau 72,79 ton dengan kekurangan oksigen.

Pasokan oksigen dari salah satu pemasok, PT Samator di Jawa Timur, terhenti dalam perjalanan ke Bali karena tingginya kebutuhan oksigen di pulau Jawa. Padahal sebelumnya dia berjanji akan menjamin ketersediaan di Bali selama tiga bulan ke depan.

Sedangkan Samator Gas Bali yang terletak di Kapala, Kabupaten Badung, hanya mampu memproduksi sekitar 700 tabung gas oksigen atau setara dengan 3-4 ton per hari.

Menurut Suarjay, jika rumah sakit memiliki generator oksigen, setidaknya bisa membantu mengatasi ketersediaan oksigen di rumah sakit masing-masing dengan cepat, namun biaya investasi untuk alat ini cukup mahal, mencapai Rp 6 miliar.

“Mengenai rencana ini, kami menghubungi pemerintah kabupaten/kota dan mereka mengatakan tidak memiliki anggaran,” katanya.

Suarjaya mengatakan, sisa anggaran kesehatan Rp30 miliar untuk penanggulangan COVID-19 di Dinas Kesehatan Bali saat ini direncanakan untuk pengadaan obat-obatan, serta operasi di zona karantina bagi orang tanpa gejala (OTG) dan pasien COVID-19 dengan penyakit ringan. … … gejala.

“Kami mencoba meminta bantuan perbankan di bidang corporate social responsibility agar mereka siap membantu mengatasi masalah krisis oksigen,” katanya.

Pemilik NuArt Sculpture Park Bandung Nuart berharap Bali bisa mandiri dan mandiri dari daerah lain. Pasca kejadian Bali, kekurangan oksigen bisa dijadikan pelajaran berharga agar hal ini tidak terulang lagi.

Ia mengimbau masyarakat Bali untuk disiplin ketat dalam mematuhi protokol kesehatan dan mengembalikan semangat gotong royong dalam memerangi pandemi COVID-19.

Pada kesempatan ini hadir pembicara, pemilik CV Himalaya Gasindo, distributor gas medis dan industri di wilayah Bali, I Gusti Made Aryasa dan Kepala BPBD Bali I Made Rentin.

Artikel sebelumyaGubernur Papua Barat Bebaskan 2.111 Chasis Polisi Nasional
Artikel berikutnyaPresiden Uji Obat COVID-19 di Apotik Bogor