Beranda Warganet Babylon membutuhkan 3.500 alat tes antigen per hari

Babylon membutuhkan 3.500 alat tes antigen per hari

Pangkalpinang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mewajibkan 3.500 alat uji antigen dan PCR per hari untuk memenuhi standar dan optimalisasi pengujian COVID-19 selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat III dan IV.

“Kami tidak memiliki cukup alat uji antigen dan reaksi berantai polimerase (PCR), di mana kebutuhannya per hari 3.500 orang,” kata Gubernur Babilonia Erzaldi Rosman Johan di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan, kekurangan antigen, PCR dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya telah dilaporkan ke pemerintah pusat, dan diharapkan pemerintah pusat dapat segera meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan untuk menekan dan memutus mata rantai COVID-19.

“Beberapa fasilitas kesehatan tidak melaporkan hasil tes, sehingga tidak terdaftar dalam database New All Record COVID-19 Test (NARTC19),” katanya.

Menurutnya, pekerjaan rumah lain yang masih perlu ditingkatkan menyangkut Tingkat hunian tempat tidur (BOR), yang saat ini digunakan di Babel 82,53%. Sementara itu, kekurangan vaksin menjadi penghambat ketidakmampuan Babel untuk mencapai tujuan nasional.

“Penambahan dan peremajaan tempat tidur berdampak pada kekurangan peralatan dan perlengkapan medis seperti alat bantu pernapasan, tabung oksigen, ventilator, dan lain-lain, serta sumber daya manusia untuk tenaga kesehatan dan relawan,” katanya.

Pelaksanaan PPKM tingkat 4 dan 3 didasarkan pada penerbitan surat edaran tentang sistem waktu kerja, surat edaran tentang pengaturan lalu lintas penumpang domestik, rapat koordinasi Forkopimda Babel di seluruh kabupaten/kota.

“Kami melakukan sosialisasi, pelatihan, pemaksaan dengan pentahelix, menggunakan seluruh komponen yang ada, dan menugaskan petugas penanganan COVID-19 di Pulau Belitung yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Babel Abdul Fath,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMakassar Library Touch Innovation raih TOP 45 Kemenpan RB
Artikel berikutnyaSatgas Pamtas bantu warga perbatasan memperbaiki pipa air bersih