Beranda Nusantara Bappenas: strategi nasional cegah penyusutan mangrove

Bappenas: strategi nasional cegah penyusutan mangrove

Jakarta (ANTARA) – Direktur Kehutanan dan Konservasi Perairan Bappenas Noor Higiavati Rahayu mengatakan hasil kajian menunjukkan potensi mangrove nasional akan menurun sebesar 21,8 persen pada 2024, sehingga diperlukan strategi pengelolaan lahan basah nasional untuk mencegah hal tersebut.

“Kami melihat memang perlu ada strategi pengelolaan lahan basah nasional,” kata Noor saat diskusi strategi virtual blue carbon management yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, model tersebut mengasumsikan luas mangrove di Indonesia akan berkurang 21,8 persen pada 2000-2024. Penurunan terbesar terjadi di Sumatera dan Sulawesi, masing-masing sebesar 53 persen dan 43 persen.

Secara lebih rinci, mangrove Sumatera diperkirakan seluas 312.226 ha (ha) pada tahun 2024, naik dari 669.601 ha pada tahun 2000 dan 335.401 ha pada tahun 2020. Sedangkan di Sulawesi, luas mangrove diperkirakan mencapai 74.610 hektar pada tahun 2024, naik dari 131.235 hektar. pada tahun 2000 dan 79.310 pada tahun 2020.

Alasan utama deforestasi mangrove terutama terkait dengan aktivitas tambak dan peralihan ke perkebunan kelapa sawit.

Oleh karena itu, pemerintah telah memulai restorasi mangrove atau mangrove oleh beberapa kementerian dan lembaga seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), KLHK, dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Saat ini Bappenas sedang menyusun strategi dan roadmap pengelolaan ekosistem lahan basah untuk mencapai tujuan pengurangan emisi gas rumah kaca dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan pembangunan rendah karbon.

Mangrove juga memainkan peran penting dalam mitigasi perubahan iklim, kata Sarvono Kusumaatmaj, ketua Dewan Penasehat Manajemen Perubahan Iklim.

Hal ini dikarenakan ekosistem perairan seperti mangrove dan alga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyimpan karbon, dan potensi ini disebut karbon biru atau karbon biru.

Oleh karena itu, Sarvono mendukung strategi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Ada taruhan besar di balik semua ini, yang akan mulai kita tangani,” katanya.

Artikel sebelumyaSerial "Aku mencintaimu bodoh" memasuki babak baru yang menarik
Artikel berikutnyaKLHK: Timbulnya sampah plastik di laut menurun dalam beberapa tahun terakhir