Beranda Warganet BKKBN: Tingkat pelayanan di Poseyandu rendah selama pandemi COVID-19

BKKBN: Tingkat pelayanan di Poseyandu rendah selama pandemi COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan hasil pelayanan posyandu 1-25 Juni 2021 masih rendah dalam pengukuran tinggi dan berat badan bayi di tengah wabah COVID. -19 situasi pandemi.

“Cakupan (mencapai) posiandu selama pandemi yang perlu ditimbang dan diukur setiap bulannya masih rendah. Saya kira itu mengkhawatirkan kita semua,” kata Kepala BKKBN Hasto Vardoyo dalam artikelnya “Mengungkap Data Prestasi”. Gerakan bulanan mengamati tumbuh kembang balita di Posyandu sebagai rangkaian acara memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 di Jakarta, Sabtu.

Dalam kurun waktu 1 hingga 25 Juni 2021, hanya 1.318.574 anak di bawah usia lima tahun yang diperiksa di Posiandu. Angka ini hanya mewakili hampir 6 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 23 juta anak di bawah usia lima tahun. Sedangkan jumlah balita yang diukur tinggi badannya adalah 1.236.557.

Hasto mengatakan, BKKBN akan mendukung program layanan pos (Posyandu) komprehensif untuk memantau tumbuh kembang balita bersama Kementerian Kesehatan, Pemberdayaan Keluarga, Posyandu, dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kami berharap nantinya dengan bantuan keluarga dapat meningkatkan partisipasi dalam penimbangan ini,” ujarnya.

Safrina Salim, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN, mengatakan jumlah bayi yang diukur tinggi badan lebih rendah dibandingkan jumlah bayi yang diukur berat badan.

Direktur Bina Keluarga BKKBN Anak Muda dan Anak, BKKBN Safrina Salim berbicara pada Pemaparan Prestasi Bulan Pantau Tumbuh Kembang di Posyandu sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Keluarga ke-28, Jakarta, Sabtu (26 Januari). / 06/2021). (ANTARA / Martha Herlinawati Simanjuntak)

Safrina mengatakan ada 256.879 di negara itu. Namun, hanya 43.540 yang dibuka untuk layanan pada Juni 2021. Angka ini masih jauh dari jumlah poseyan di tanah air.

Terkait hal itu, Safrina melaporkan, lima provinsi dengan persentase bukaan tertinggi atau tertinggi pada Juni 2021 adalah Provinsi Riau, yakni sebesar 45,05 persen.

Sedangkan Sulawesi Barat berada di urutan kedua dengan 36,67 persen, disusul Sulawesi Tenggara 35,91 persen, Bangka Belitung 35,59 persen, dan Aceh 35,13 persen.

“Rata-rata persentase pose terbuka kurang dari 45 persen,” kata Safrina.

Sedangkan lima pelayanan terbuka terendah adalah posyandu, yakni Jawa Timur 1,90 persen, DKI Jakarta 7,72 persen, Nusa Tenggara Barat 9,61 persen, Bali 9,68 persen, dan Papua 10,40 persen.

“Kami berharap ke depan, kegiatan pemantauan tumbuh kembang bayi yang dilakukan oleh Posyandu lebih ambisius lagi,” ujarnya.

Artikel sebelumyaGugus Tugas COVID-19 Depok Ingatkan Jangan Sebarkan Hoax
Artikel berikutnyaPresiden: Pemda harus awasi perang melawan COVID-19