Beranda Nusantara BKSDA Sumbar melepasliarkan harimau sumatera ke hutan Pasaman Raya

BKSDA Sumbar melepasliarkan harimau sumatera ke hutan Pasaman Raya

Hari ini kami sepakat untuk melepaskan harimau kembali ke habitatnya.

Simpang Empat (ANTARA) – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumatera Barat) bersama pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melepasliarkan Harimau Sumatera (Panther tigris sumatera) ke Hutan Lindung Pasaman Raya, Gunung Sipogu Simpang Godang, Kecamatan Sungai Aur, Kamis.

“Pelepasannya bertujuan untuk melestarikan harimau sumatera di kawasan itu,” kata Kepala KSDA Sumbar Ardi Andono kepada Simpang Empat, Kamis.

Menurut dia, harimau itu berhasil diselamatkan atau ditangkap pada Senin (19/7). Ia dibawa ke Taman Budaya Margasatwa Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi, namun semua pihak sepakat untuk melepasnya kembali ke habitatnya.

“Hari ini kita sepakat untuk melepasliarkan harimau kembali ke habitatnya, dan secara simbolis kita lakukan hari ini di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat. Harimau itu akan dilepasliarkan pada Jumat (30/7) pagi,” ujarnya.

Menurutnya, kesepakatan pelepasan harimau tersebut merupakan hari yang bersejarah, karena masyarakat sendiri yang meminta pelepasan harimau tersebut.

“Biasanya masyarakat menolak untuk mengembalikan harimau tersebut, namun di Simpang Godang masyarakat meminta untuk dilepaskan kembali ke alam liar, dan didukung oleh Pemkab Pasaman Barat,” ujarnya.

BKSDA mengucapkan terima kasih kepada warga Sungai Aur dan Ujung Gading yang telah bersedia membebaskan seekor harimau bernama Harimau Sipogu.

“Hari ini menjadi momen kerjasama yang baik antara masyarakat adat, BKSDA, Polres, TNI dan pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk melestarikan harimau sumatera,” ujarnya.

Ia berharap harimau sumatera bisa bertahan dan tidak punah di kemudian hari. Ini juga bertepatan dengan Hari Harimau Sedunia yang jatuh pada 29 Juli 2021.

Kepala Dinas Kehutanan Pasaman Barat, Yozarvardi, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat yang bisa bekerjasama dengan berbagai pihak dalam penyelamatan harimau sumatera.

Jumlah harimau sumatera saat ini semakin berkurang akibat perburuan liar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, ujarnya.

Ia berharap masyarakat bisa menghibur harimau tersebut setelah dilepasliarkan. Seharusnya tidak ada konflik antara hewan dan manusia.

“Mudah-mudahan nantinya harimau dan masyarakat bisa hidup berdampingan untuk membantu harimau sumatera bertahan hidup,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi mengatakan pelepasliaran harimau liar tersebut atas permintaan masyarakat karena selama ini tidak pernah ada konflik antara masyarakat dengan harimau.

“Tidak pernah ada konflik, dan orang percaya harimau dipercaya sebagai penjaga dan pengingat jika terjadi bencana dengan aumannya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ditandatangani kesepakatan bersama tentang konservasi harimau sumatera di Pasaman Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Pasaman Barat, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Polres, TNI, Kepala Desa Valinagari, Kepala Jorong, dan Perusahaan Kelapa Sawit setempat.

Artikel sebelumyaAktor meninggal Urip Arpan
Artikel berikutnyaHelikopter memadamkan kebakaran hutan di Il Levotolok