Beranda Warganet BNPB akan bangun gudang logistik di tujuh wilayah

BNPB akan bangun gudang logistik di tujuh wilayah

Ini adalah rencana jangka panjang. Semoga segera direalisasikan

Ambon (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana membangun gudang logistik di tujuh wilayah Tanah Air untuk memperlancar distribusi bantuan bencana.

“Gudang atau pusat logistik dan peralatan akan dibangun di tujuh provinsi, salah satunya di Kota Ambon untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara,” kata Kepala Sekretaris BNPB Lilik Kurniavan di Ambon, Sabtu.

Sejauh ini, aula besar telah dibangun di Padang, Sumatera Barat, untuk menampung logistik untuk kepentingan seluruh wilayah Sumatera, katanya.

Sebanyak lima balai lainnya rencananya akan dibangun di Manokwari untuk provinsi Papua dan Papua Barat, di Sulawesi akan dibangun di Gorontalo, Kalimantan di Kalimantan Selatan, dan wilayah pulau Jawa akan dikonsentrasikan di Surabaya dan Nusa. Kabupaten Tenggar akan dibangun di kota Kupang.

Menurut dia, rencana pembangunan logistik center itu untuk mempermudah dan mempercepat penyaluran bantuan logistik jika terjadi bencana di satu wilayah.

“Sampai saat ini semua logistik sudah ada di Jakarta, jadi kalau terjadi bencana misalnya di Ambon, ‘reaction time’nya akan sangat lama, apalagi dalam jumlah banyak, tapi kalau ada aula di sini, bisa dibantu. didistribusikan. cepat,” ujarnya.

Ia mengatakan, aula tersebut juga akan digunakan sebagai tempat pelatihan para relawan penanggulangan bencana agar lebih siap mengoperasikan atau memasang berbagai peralatan dan logistik BNPB.

“Misalnya tenda BNPB besar, tidak semua orang bisa memasangnya. Oleh karena itu, perlu dilatih agar petugas dan relawan menjadi ahli dalam pengoperasiannya,” ujarnya.

Setiap aula yang dibangun juga akan dilengkapi dengan jaringan komunikasi yang memadai, selain mesin kerja dan akomodasi untuk staf BNPB dari Jakarta.

“Setiap pusat logistik akan ditambah dengan Pusat Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) dan jaringan langsung BNPB untuk melacak dan menangani bencana lebih cepat,” katanya.

Terkait rencana pembangunan, Lilik menjelaskan bahwa itu merupakan rencana jangka panjang karena harus menunggu pemerintah setempat menyediakan lahan.

“BNPB tidak bisa membeli tanah. Untuk itu kami meminta kepada Pemprov masing-masing daerah untuk menyediakan dan menyerahkannya kepada kami,” ujarnya.

Setelah lahan diberikan, BNPB akan mengajukan anggaran pembangunan kepada menteri keuangan.

“Jadi ini rencana jangka panjang. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPenandatanganan APBD KUA PPAS Jember Berarti Gangguan
Artikel berikutnyaDPRD Kota Bogor Dorong Vaksinasi Anak Di Bawah 12 Tahun