Beranda Nusantara BPBD Tojo Una-Una: tidak ada korban jiwa setelah gempa 6,5

BPBD Tojo Una-Una: tidak ada korban jiwa setelah gempa 6,5

Palu (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toho Una-Una belum menerima korban jiwa akibat gempa berkekuatan 6,5 yang melanda Senin (26/7) pukul 20.09 WITA.

“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka, namun kami terus berkoordinasi dengan seluruh camat dan lurah untuk melaporkan adanya korban jiwa di wilayahnya,” kata Pj Kepala BPBD Tojo Una-Una Pian Mateng kepada ANTARA. melalui telepon dari Palu, Selasa.

Dikatakannya, dari laporan Camat Una-Una, ada satu warga yang terkena serangan jantung saat gempa berlangsung 3-5 detik yang berujung kematian.

Ia berharap tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim BPBD Tojo Una-Una masih melakukan survei dan pemantauan di seluruh wilayah untuk mengumpulkan data dampak gempa.

“Dulu dan masih belum ada gedung-gedung publik, sosial, pemerintahan dan rumah warga yang rusak parah. Hanya menurut laporan camat Togensky, ada rumah seorang warga yang tembok depannya dan pagar rumah warga lainnya ambruk. roboh,” ujarnya.

Ia mengimbau warga Toho Una-Una untuk tetap tenang dan tidak panik, namun selalu waspada terhadap gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan berita bohong atau gurauan media sosial dimana warga diminta keluar rumah atau kawasan, yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil harta benda dari rumah warga.

“Tim BPBD Tojo Una-Una terus mengimbau warga untuk tidak panik dan tetap waspada serta segera mengungsi ke dataran tinggi jika terjadi gempa dengan kekuatan yang sama atau lebih besar,” ujarnya.

Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Stasiun Geofisika Palu menunjukkan bahwa gempa berkekuatan 6,5 SR di Regensi Toho Una Una disebabkan oleh sesar lokal.

Namun, BMKG belum menyebutkan sesar lokal yang mengeluarkan energinya.

“Ini eror lokal, tapi kami belum tahu detailnya,” kata Palu Hendrik Leopatti, Kepala Pusat Data dan Informasi Geofisika BMKG.

Padahal, kata dia, masih belum ada data di peta sejarah seismik terkait gempa akibat rift lokal ini.

BMKG mengatakan ada dua kemungkinan terkait dengan jalur sesar lokal. Pertama, dari Selat Banggai, dan kedua, celah yang memisahkan Kabupaten Tojo Una-Una dari selatan ke utara.

“Ada sekitar 48 sesar di Sulawesi saja, paling banyak di Provinsi Sulawesi Tengah,” katanya.

Gempa berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang Tojo Una-Una pada Senin malam itu terasa di wilayah Poso, Parigi Mutong dan Kota Palu.

“Jangan sampai terprovokasi rumor yang tidak benar, dan kami berharap masyarakat terus memantau informasi resmi dari BMKG,” kata Hendrik.

Artikel sebelumyaProfesor Riset LIPI Kembangkan Water Balance Meter
Artikel berikutnyaProfesor Riset LIPI Dorong Penguatan Riset Sesar Aktif