Beranda Nusantara BPSPL Denpasar Selidiki Video Warga Bima Menunggangi Ikan Paus Kepala Melon

BPSPL Denpasar Selidiki Video Warga Bima Menunggangi Ikan Paus Kepala Melon

Menurut pengakuannya sendiri, dia tidak tahu ikan itu adalah spesies yang dilindungi, jadi dia membawanya pulang untuk dimakan.

Mataram (ANTARA) – Pusat Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar di wilayah kerja Nusa Tenggara Barat melacak video viral di media sosial seorang warga Bima menunggangi ikan paus kepala melon (Jawa Tengah).Peponosephala electra) menggunakan sepeda motor.

Manajer Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) Wilayah Kerja BPSPL Denpasar, Nusa Tenggara Barat, Barmawi, yang dihubungi di Mataram, Minggu, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benoa, Bali. tubuh.

“Kami sudah menginformasikan kepada petugas PSDKP Benoa jika ada tindakan atau apa yang akan terjadi nanti, itu kewenangan mereka. Kami di BPSPL hanya berwenang mengolah biota laut yang dilindungi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Barmavi juga menegaskan, dalam video viral warga Bima menunggangi ikan itu, tidak ada lumba-lumba, melainkan paus berkepala melon.

“Saya menelepon warga yang membawa ikan. Dilihat dari pengakuannya, dia tidak tahu bahwa ikan itu adalah spesies yang dilindungi, jadi dia membawanya pulang untuk dimakan, ”katanya.

Melalui komunikasi di ponselnya, Barmavi menjelaskan kepada para penjahat bahwa apa yang dia lakukan adalah salah, karena membawa pulang spesies ikan yang merupakan bagian dari biota laut dilindungi undang-undang.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Konservasi Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Saya menjelaskan kepada para penjahat bahwa semua jenis paus dan lumba-lumba dilindungi undang-undang. Untuk itu, para koruptor diingatkan dan diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata Barmavi.

Sebuah video dua warga yang menunggangi ikan paus berkepala melon menjadi viral di akun Instagram mbojoinside, dengan 16.528 tampilan dan 371 komentar.

Pengguna yang mengunggah video tersebut melaporkan bahwa mamalia laut itu terjebak di perairan laut antara perbatasan Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pemilik akun Instagram tersebut juga menyurati pemerintah setempat dan Pemkot Bima untuk mengusut pendaratan mamalia laut tersebut.

Artikel sebelumyaGugus Tugas COVID-19: Vaksin dan Masker Seperti Payung Saat Hujan
Artikel berikutnyaPasien sembuh COVID-19 di Aceh bertambah 276 orang, terbanyak – Banda Aceh