Beranda News Bu, pastikan DNR tetap terbuka untuk orang-orang selama pandemi.

Bu, pastikan DNR tetap terbuka untuk orang-orang selama pandemi.

Jakarta (ANTARA) – Presiden DPR RI Puan Maharani memastikan DPR tetap terbuka kepada rakyat meski di tengah pandemi COVID-19, dan organisasi yang dipimpinnya selalu siap menerima aspirasi rakyat.

“Saat ini kehadiran di gedung DPR masih dibatasi 20 persen. Setiap acara harus dihadiri oleh satu pemimpin, sisanya – melalui peningkatan. Begitu juga dengan mitra kementerian,” kata Poin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu diungkapkan Poin saat diinterogasi Jwab (Senya) dan presenter Feni Rose yang ditayangkan langsung di Instagram, Jumat. Dalam perbincangan santai bertema “DPR RI tak henti-hentinya mendengar aspirasi rakyat”, Feni Rose pertama kali menanyakan tentang tindakan para wakil rakyat di masa pandemi.

Puan mengatakan, meski ada pembatasan kunjungan ke gedung DPR, tidak ada larangan bagi orang yang ingin datang. Hingga saat ini, kata dia, belum ada aturan wajib vaksin bagi mereka yang datang ke gedung DPR, meski ada kewajiban program tertentu untuk uji antigen atau PCR.

“Sampai saat ini kami belum menggunakan aplikasi PeduliLindung (masuk gedung DPR) karena banyak orang yang ingin menyampaikan aspirasinya. Kalau yang ingin menyampaikan aspirasinya tidak memiliki sertifikat vaksin, tidak bisa masuk, yang penting protokol kesehatan harus ketat,” ujarnya.

Namun, menurut dia, jika ada rapat penting di KPU, sebaiknya dilakukan tes antigen di tempat pada hari H, atau harus dibawa surat tes yang menunjukkan hasil negatif COVID-19, dan orang-orang yang yang hadir harus mengetahui terlebih dahulu bahwa bisnis adalah dan mengikuti mekanisme yang ada.

Ia menjelaskan cara yang bisa digunakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya ke DPR, yakni datang langsung, berkirim surat atau menggunakan media sosial resmi DPR, atau langsung ke masing-masing anggota dewan.

Dalam kesempatan tersebut, Feni Rose dan Puan berbicara tentang tugas dan kegiatan DPR, termasuk diplomasi parlemen.

Poin mengatakan, diplomasi bilateral dari sisi legislatif juga penting untuk menunjukkan eksistensi Indonesia di mata dunia yang baru-baru ini ia hadiri, yakni Forum. Konferensi Ketua Parlemen Dunia Kelima (5WCSP) di Wina, Austria.

“Termasuk juga ada pertemuan presiden perempuan parlemen di dunia, 26 perempuan hadir di sana. Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah G20, parlemen juga memiliki P20, forum diplomasi internasional untuk lembaga legislatif negara-negara. dari dunia,” katanya.

Poin menjelaskan, forum internasional diplomasi legislatif akan menjadi wahana bagi DPR untuk menyampaikan visi dan misi Indonesia. Menurut dia, DPR RI juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah agar ada kesamaan visi dan misi yang akan disampaikan ke forum internasional.

Ia menjelaskan, kegiatan di DPR dilakukan dari Senin hingga Kamis, karena anggota DPR RI terbiasa berkonsolidasi dengan fraksinya pada hari Jumat, dan juga melanjutkan perjalanan ke daerah pemilihan (Dapil) untuk bertemu pemilih pada Sabtu-Minggu. . walaupun diluar jam istirahat.

“Saat pandemi, kita bisa online karena kita punya tim di daerah, meski diperbolehkan undang-undang, tapi harus dipastikan tidak ada kerumunan orang. Karena anggota DPR wajib pergi ke tempat-tempat. tapi itu bisa dilakukan dengan cara yang berbeda, ”katanya.

Poin mengaku harus melakukan perjalanan tidak hanya ke daerah pemilihannya di Jawa Tengah, tetapi juga di tingkat nasional karena posisinya sebagai pemimpin DPR, fungsi pengawasan harus dilakukan secara merata di semua daerah.

Artikel sebelumyaWapres berharap revisi UU ASN tidak melemahkan reformasi birokrasi.
Artikel berikutnyaCapolda ajak mahasiswa ambil bagian membangun kekebalan kelompok terhadap COVID