Beranda Trending "CADET 1947" pemutaran perdana poster dan trailer sebelum pergi ke bioskop

"CADET 1947" pemutaran perdana poster dan trailer sebelum pergi ke bioskop

Jakarta (ANTARA) – Poster dan trailer pertama dirilis sebelum film penerbangan tahun 1940-an CADET 1947 diputar di bioskop.

Produser KADET 1947 Celerina Gioudisari mengatakan film ini ingin mengajak anak muda untuk mencintai Indonesia dan diri sendiri dari sudut pandang yang realistis.

“Siapa pun yang menghadapi perjuangan hidup dari awal tidak memiliki pengalaman, tidak pernah ditanyai atau bahkan dianggap sebagai taruna. Saya yakin banyak orang yang bisa berhubungan dengan dengan cerita ini. pengejek ini baru permulaan, akan ada banyak kejutan lagi seiring berjalannya film. Tolong dukung kami untuk datang ke bioskop akhir tahun ini.” Selerina mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis, Selasa.

Penggoda resmi Berdurasi 60 detik itu mengungkapkan serangkaian adegan dramatis, dimulai dengan sebuah pesawat guntei yang terbakar dan asap membubung ke udara.

Seperti pengejekPoster film juga menampilkan pesawat Guntei yang baru saja meledakkan target.

Satu demi satu, sosok pemuda muncul dengan keringat dan debu dari Maguvo. Mereka adalah taruna, Sigit (Bisma Karishma), Mule (Kevin Julio), Har (Omara Esteghlal) dan Aji (Martino Lyo) dan penembak udara, Tarjo (Wafda Saifan), Dul (Chikko Kurniavan) dan Kaput (Fajar). Nugra).

Dilatarbelakangi alunan musik yang megah, penonton semakin tegang saat melihat sosok Tarjo (Wafda Saifan) mengangkat senapan di depan musuh. Siapa sasaran tembakan; Tentu jawabannya bisa ditemukan saat film tersebut resmi tayang.

Aldo Swastia, salah satu sutradara dan penulis KADET 1947, mengatakan bahwa film ini memiliki banyak karakter, sehingga tidak diwakili oleh satu atau dua karakter sentral.

“Ini adalah sekelompok anak muda yang memiliki kepribadian berbeda, tetapi mereka memiliki satu tujuan. Seperti halnya para pemerannya, film-film lain seringkali memiliki karakter yang lucu, disini mereka harus bermain, misalnya karakter yang serius. Ada juga yang akrab dengan aliran Romantisme modern sekarang harus bertindak seperti anak muda di masa lalu. Proses syuting film ini benar-benar membawa para aktor keluar dari zona nyamannya hingga mampu memberikan film ini warna yang sesuai,” ujar Aldo.

Film ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Penerangan Angkatan Udara Indonesia dan diharapkan dapat menyoroti kondisi dan situasi di industri kedirgantaraan selama periode menjelang kemerdekaan.

Artikel sebelumyaBMKG peringatkan hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia
Artikel berikutnyaGunung Merapi melontarkan 18 longsoran lahar panas ke barat daya