Beranda Warganet Dokter Anak: Anak-anak dapat divaksinasi dengan vaksin Sinovac.

Dokter Anak: Anak-anak dapat divaksinasi dengan vaksin Sinovac.

Jakarta (ANTARA) – Dokter Anak Dyatnik Setiabudi mengatakan anak-anak dapat divaksinasi COVID-19 dengan produk vaksin Sinovac.

“Anak-anak dapat divaksinasi dengan vaksin COVID-19” tidak aktif diproduksi oleh Sinovac karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinis fase 1 dan fase 2 dengan hasil yang aman dan memiliki tingkat serokonversi yang tinggi,” ujarnya saat diskusi online tentang pengobatan COVID-19 dan perannya. vaksinasi terawasi dari Jakarta, Minggu.

Dalam diskusi yang diadakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, ia mengatakan, berdasarkan prinsip kehati-hatian, vaksinasi COVID-19 telah dimulai untuk anak-anak berusia antara 12 hingga 17 tahun.

“Pertimbangan antara lain jumlah subjek uji klinis yang memadai, mobilitas tinggi dan kemacetan di luar rumah, dan kemampuan untuk melaporkan keluhan tentang KIPI, jika ada,” katanya menggunakan akronim untuk acara tindak lanjut setelah imunisasi.

Pengenalan vaksinasi untuk anak-anak antara usia tiga dan 11 masih menunggu hasil penelitian untuk menilai keamanan dan menentukan dosis vaksin yang diperlukan, katanya.

Dyatnika mengatakan tujuan pengenalan vaksinasi COVID-19 adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Selain itu, lanjutnya, vaksinasi merupakan bagian dari upaya mencapai herd immunity untuk melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan, serta menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi dari wabah tersebut.

Ia menegaskan, vaksinasi merupakan salah satu upaya pengendalian penularan COVID-19, sehingga warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah divaksinasi.

“Kami berpijak pada sinergi tiga program yaitu 3T (Pengujian, pelacakan, perawatan), pengenalan protokol kesehatan seperti 3M (pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak), dan pengenalan vaksinasi,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMenteri Pertanian menyebutkan, permintaan hewan kurban turun 5-10 persen.
Artikel berikutnyaMendagri: Penegakan hukum PMKM harus tegas, tapi manusiawi dan manusiawi