Beranda Warganet Dokter menunjukkan tiga "senjata" hadapi varian baru Omikron COVID-19

Dokter menunjukkan tiga "senjata" hadapi varian baru Omikron COVID-19

Pertama, menjaga daya tahan tubuh dengan berolahraga secara teratur, makan teratur, dan menjalani pola hidup sehat.

Padang (ANTARA) – Spesialis Penyakit Dalam yang juga ahli vaksin, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, Sp.PD menjelaskan, ada tiga “senjata” yang perlu disiapkan untuk menghadapi varian baru COVID-19. , Omikron.

“Pertama, menjaga daya tahan tubuh melalui olahraga teratur, nutrisi teratur dan pola hidup sehat. Kedua, penerapan protokol kesehatan 5M dan ketiga, perlindungan tambahan melalui vaksinasi lengkap,” kata Dirga di Padang, Rabu dalam rangkaian webinar “Waspada Varian Baru COVID-19” yang diselenggarakan oleh PT Semyon Padang.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada warga yang belum divaksinasi agar segera divaksinasi, karena sangat penting untuk meningkatkan kadar antibodi agar dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai varian virus.

Belum ada obat untuk COVID-19, dan belum ada data apakah varian baru Mmicron sudah sampai ke Indonesia atau tidak, katanya.

“Namun, opsi baru ini mengkhawatirkan,” katanya.

Ia melaporkan, penyebaran virus Omicron merupakan yang pertama dilaporkan di Afrika Selatan pada akhir November 2021.

“Meskipun, kemungkinan besar, itu menyebar dari beberapa waktu lalu. Penyebabnya belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Namun, varian baru ini dengan cepat menyebar ke 77 negara.

“Indonesia sejauh ini belum ada laporan, tapi peneliti bilang harus menunggu satu bulan,” katanya.

Dia juga meminta semua pihak untuk waspada karena beberapa data awal pada opsi baru ini menunjukkan indikator yang mengkhawatirkan dan dapat mengubah arah pandemi, meskipun Indonesia saat ini sedang lesu dengan COVID-19 dan pandemi juga mereda. agak.

“Sekarang situasi kita sudah mulai melemah dan kita tidak boleh kembali ke awal pandemi, pekerjaan WFH dan semua aktivitas dibatasi, yang membuat kita sangat tidak nyaman. Untuk melakukan ini, kita tidak boleh mengabaikannya dan tetap waspada, ”katanya. …

Sementara itu, CFO PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharuri mengatakan webinar diadakan untuk mengantisipasi penularan COVID-19 dan opsi baru.

Ia mengimbau seluruh jajaran Semyon Padang Group, keluarga dan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi, meskipun tingkat penularan virus COVID-19 di Indonesia sudah menurun, termasuk di Semyon Padang dan Semyon Indonesia, kita harus tetap waspada. Protokol kesehatan sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19 dan varian baru, meskipun kita sudah divaksinasi,” ujarnya.

Artikel sebelumyaJumlah pasien sembuh dari COVID-19 meningkat 237 menjadi 4,1 juta.
Artikel berikutnyaBIG menerbitkan gazeter untuk daftar nama topografi di Indonesia.