Beranda Nusantara Dosen IPB: Lampu Sorot di Kebun Raya Bogor Tingkatkan Tekanan Lingkungan

Dosen IPB: Lampu Sorot di Kebun Raya Bogor Tingkatkan Tekanan Lingkungan

Saya sedikit khawatir ekosistem ini akan runtuh seperti jerami yang tergeletak di atas keledai yang menolak keras

Jakarta (ANTARA) – Institut Pertanian Bogor (IPB), dosen Dr. Melanie Abdulkadir Sunito menyatakan bahwa rencana pemasangan lampu sorot (bersinar) untuk tempat wisata malam hari akan menambah beban lingkungan bagi Kebun Raya Bogor.

“Tindakan yang memberi tekanan dari dalam tidak hanya pijar, jalan yang disemen gico dan sebagainya, tetapi semua perubahan adalah tekanan yang kemudian datang dari luar dan kemudian kembali dari dalam,” kata Melanie di Webinar Arsitektur Lansekap IPB: Apa yang mereka bicarakan Taman Surga di Jakarta, Rabu.

“Saya sedikit khawatir ekosistem ini akan runtuh seperti jerami di atas keledai yang keberatan dengan semua beratnya,” lanjut Melanie.

Melanie, pengajar di Departemen Ilmu Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Departemen Ekologi Manusia IPB, mengatakan setiap pembangunan yang dilakukan untuk kebun raya harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kebun raya.

Dikatakannya, Kebun Raya Bogor merupakan ekosistem yang telah terbentuk selama lebih dari 200 tahun dan dalam prosesnya mampu mengatasi berbagai tekanan eksternal dengan sempurna. Untuk itu, ia berharap semua pihak tidak menambah tekanan terhadap kebun raya.

Ia mengatakan, keaslian Kebun Raya Bogor juga harus dijaga. Kebun Raya Bogor tidak boleh dilihat hanya sebagai taman rekreasi karena kebun raya ini memiliki nilai sejarah dan fungsi strategis yang penting bagi lingkungan dan manusia.

“Kebun raya yang berusia 200 tahun ini tidak bisa dibandingkan dengan kebun raya lain yang usianya jauh lebih muda,” katanya.

Kebun raya memenuhi lima tugas dan fungsi penting, yaitu: konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah dan jasa lingkungan. Tiga fungsi pertama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan telah menjadi acuan bersama bagi semua kebun raya di dunia.

Melanie mengusulkan untuk membangun sebanyak mungkin kebun raya sehingga menjadi ruang hijau tempat mereka bernafas dan mendukung upaya mengatasi krisis ekologi.

Melanie mengatakan perlu adanya perubahan paradigma untuk mengubah hubungan kita dengan alam, yang bisa dimulai dari kebun raya sehingga kita memiliki visi yang lebih holistik dan seimbang dalam merawat dan melestarikan kebun raya.

Ia tidak menginginkan paradigma yang hanya ingin menghasilkan pendapatan dari pengelolaan kebun raya.

“Kami dan teman-teman yang tergabung dalam komunitas yang peduli dengan Kebun Raya Bogor, telah menyusun petisi yang sangat jelas di mana kami mengatakan berhenti bersinar dan mendukung promosi warisan dunia untuk kebun raya,” katanya.

Artikel sebelumyaDPD: Pemkab Bangli Pimpin Pendidikan Selamatkan Danau Batur
Artikel berikutnyaRatusan rumah di Chianzhur mengalami pergerakan tanah