Beranda Nusantara DPRD Surabaya Pilih Hotel dan Restoran Daur Ulang Limbah B3 di TPS

DPRD Surabaya Pilih Hotel dan Restoran Daur Ulang Limbah B3 di TPS

Sebagian besar hotel di Surabaya bekerja sama dengan pemasok atau pihak ketiga untuk pengelolaan limbah, sehingga pihak hotel tidak mengetahui pembuangannya.

Surabaya (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota Surabaya telah mengidentifikasi sejumlah hotel dan restoran yang diduga membuang limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jalan Kayon, Kota Pakhlavan.

“Kami memantau laporan warga karena limbah hotel dan restoran mencemari lingkungan,” kata Ketua Komisi C Pengembangan Wilayah Surabaya Baktiono saat dihubungi pihak hotel untuk dimintai keterangan di ruang Komisi C, Senin. …

Hotel Dafam, Sheratoon, JW Marriot, Hotel Bumi, Hotel Windham hadir atas undangan Komisi C. Mereka diminta hadir untuk memberikan informasi bagaimana pihak hotel membuang sampah.

Sebagian besar hotel di Surabaya bekerja sama dengan pemasok atau pihak ketiga untuk membuang limbahnya, kata Baktiono, sehingga pihak hotel tidak mengetahui pembuangannya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan segera memanggil pemasok atau pihak ketiga untuk mengklarifikasi masalah pembuangan limbah atau limbah cair di TPS Jl. Kayun.

Baktiono menjelaskan, berdasarkan hasil pengakuan penjaga CBT di Kayun, limbah hotel yang dikirim ke CBT adalah sisa makanan, limbah minyak, sehingga menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar Kayun.

“Kami juga memverifikasi keberadaan TPS di Kayun,” katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah meminta pihak hotel melakukan kajian internal secara menyeluruh terhadap pemasoknya terkait pembuangan limbah hotel. Komisi C juga telah meminta pemasok untuk melakukan renovasi baik hotel maupun restoran dan pusat perbelanjaan yang membuang sampah di TPS.

Berdasarkan Peraturan No. 5 Tahun 2014, TPS hanya untuk limbah rumah tangga, sedangkan untuk limbah hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan, bahkan pasar harus menyediakan IPAL atau instalasi pengelolaan air dan limbah.

“Sampah harus dipisahkan menjadi sampah kering, basah dan B3. Di mana mereka harus dibuang setelah itu?

Sementara itu, juru bicara Harris Hotel Gubeng Ivan mengatakan, selama ini sampah hotel sudah dipisahkan menjadi kering dan basah. Sementara itu, lanjut dia, limbah B3 berada di basement hotel.

“Kami bekerja sama dengan pemasok di bidang pembuangan limbah. Karena itu, kami tidak tahu apakah limbah hotel dibuang ke TPS di J. Cayune,” kata Ivan.

Artikel sebelumyaBMKG: HTH yang sangat panjang masih mempengaruhi enam wilayah NTT
Artikel berikutnyaPeneliti: Perubahan iklim bisa meningkatkan jumlah curah hujan yang deras.