KENDAL – Mengelola dua destinasi digital tidak membuat Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jateng kendor. Buktinya, Pasar Karetan dan Semarangan diserbu pengunjung dan laris manis.Mengusung tema Lomba Dolanan Tradisional, Pasar Karetan mendapat respons luar biasa. “Respons pengunjung tetap bagus. Sama seperti minggu-minggu sebelumnya. Mereka juga terlihat antusias menikmati beragam perlombaan yang disajikan,” ungkap Koordinator Pasar Karetan Mei Kristanti, Minggu (8/4).

Seperti pekan sebelumnya, kawasan Radja Pendapa, Desa Segrumung, Meteseh, Boja, Kendal, sudah ramai sejak pagi. Beragam aktivitas dilakukan pengunjung.Kemeriahan pun terlihat di salah satu sudut pasar. Ada banyak anak-anak yang berkerumun. Menurut Mei, anak-anak tertarik untuk mencoba beragam permainan tradisional yang akan dilombakan.

“Kami senang karena anak-anak masih memiliki rasa ketertarikan tinggi terhadap permainan tradisional. Beberapa hanya sekedar mencobanya, tapi banyak juga yang ikut lomba,” lanjutnya.Akhir pekan ini, Pasar Karetan memang memberikan space besar bagi anak-anak. Mereka diajak bergembira dalam zona Lomba Dolanan Tradisional. Jumlah anak-anak yang terlibat cukup banyak. Mencapai 30 orang. Mereka terlihat serius menjalani setiap perlombaan. Seperti lomba egrang, bakiak, holahop, dakon dan lainnya.

Mei mengatakan, tingkah anak-anak sangat menyenangkan. “Anak-anak ini demikian menikmati permainan dan perlombaan. Bagi mereka yang juara juga diberikan hadiah. Itu sebagai bentuk apresiasi. Sebab, permainan bakiak tidak mudah. Butuh kekompakan dan strategi khusus. Dan, anak-anak ini ternyata mampu melakukannya dengan sangat baik,” ujar Mei.

Tidak hanya anak-anak, pengunjung dewasa juga dilibatkan dalam lomba. Ada sekitar 10 pengunjung dewasa yang mengikuti Lomba Dolanan Tradisional. Mereka pun terlihat antusias dan cekatan kala menggunakan egrang.

“Permainan egrang ini cukup menyita perhatian. Yang jelas, mereka juga tidak kalah gembiranya dengan sesi lomba anak-anak. Bagi peserta dewasa, lomba ini menjadi momen langka. Sebab, permainan seperti bakiak ini biasanya baru dijumpai saat Agustusan. Mereka terlihat gembira karena juga bisa melupakan sejenak rutinitas kerja,” ujarnya lagi.

Dengan jumlah pengunjung sekitar 3.000 orang, kuliner yang disajikan menjadi laris manis. Semua jenis makanan habis terjual. Omset yang cukup besar pun berhasil diraup kembali.

Mei menjelaskan, progress positif penjualan terus dibukukan oleh Pasar Karetan. Sebab, pasar digital yang instagramable ini sudah mengenali pola pengunjungnya.

“Jumlah pengunjung relatif stabil dari minggu ke minggu. Kami tentu senang karena semua makanan habis terjual. Tapi, yang jelas kami harus menyiapkan treatment khusus setiap pekan untuk mempertahankan jumlah pengunjung yang datang ke sini,” tutur Mei lagi.

Tidak kalah dengan Karetan, keramaian juga terlihat di Pasar Semarangan. Pasar yang berada di Tinjomoyo ini, menjalani grans launching, Sabtu (7/4) malam.

Dibuka pukul 15.00-21.00 WIB, pasar ini pun dikunjungi sekitar 2.000 sampai 3.000 orang. Mereka terlihat menikmati beragam kuliner yang mewakili 4 budaya.

“Pasar Semarangan juga lancar. Pengunjungnya banyak. Antusiasme masyarakat Semarang ini sangat besar. Mereka langsung ke sini begitu tahu pasar ini aktif. Dan, kuliner juga terjual semuanya. Kami yakin pengunjung di Pasar Semarang ini akan terus ramai ke depan. Sebab, pasar ini menjadi destinasi unik untuk bermalam mingguan,” ujarnya lagi.

Kemeriahan Pasar Semarangan berlanjut Minggu (8/4) malam. Jumlah pengunjung yang menghadiri peresmian membludak. Imbasnya, pengelola pasar sampai kesulitan dalam mengatur parkir kendaraan.

“Respons masyarakat memang luar biasa. Malam ini juga sangat ramai. Pengunjungnya sangat banyak. Kami bahkan jadi sulit mengatur parkir para pengunjung yang datang ke sini,” tegas Mei lagi.

Keberhasilan GenPI Jawa Tengah mengelola dua destinasi digital diacungi jempol oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Namun, Menpar mengingatkan, Pasar Karetan dan Semarangan agar tidak terbuai oleh respons positif masyarakat.

“Pasar Karetan dan Semarangan harus terus berinovasi. Jangan cepat berpuas diri, sebab market pengunjung itu perubahannya cepat. Terus saja berkarya, nanti hasil luar biasa akan dicapai,” tutup Menpar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here