Beranda Nusantara Gempa Tojo Una-Una tewaskan warga

Gempa Tojo Una-Una tewaskan warga

TRC BPBD Kabupaten Tojo Una-Una juga melaporkan ada warga yang mengungsi ke dataran tinggi.

Jakarta (ANTARA) – Seorang warga meninggal dunia setelah tertimpa bangunan rumah penduduk akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,8 yang berpusat di 44 km barat laut Kabupaten Toho Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis sekitar pukul 09:14 waktu Moskow. …

“Korban tewas dievakuasi oleh petugas,” kata Pj Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Abdul mengatakan, Tim Cepat Tanggap (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tojo Una-Una juga melaporkan warga mengungsi ke dataran tinggi. Petugas lapangan masih mendata dampak evakuasi dan kerusakan rumah warga.

“Laporan awal yang diterima Pusdalops BNPB adalah warga panik dan mengungsi saat gempa terjadi. Mereka merasakan getaran ringan selama 3 detik,” kata Abdul.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis parameter gempa M 5,8 yang terjadi pada kedalaman 10 km. Dilihat dari modem, gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami.

Berdasarkan analisis skala Modified Mercalli Intensity (MMI), gempa di wilayah Ampana adalah IV – V MMI, Poso IV MMI, Morowali III MMI, Luvu Timur dan Parigi Mutong II – III MMI, Palu, Toli-Toli dan Buol II MMI.

BMKG menjelaskan skala V MMI menggambarkan getaran yang dialami hampir semua warga, banyak orang terbangun, keramik pecah, benda terbang, tiang dan benda besar seperti berayun, bandul bel bisa berhenti.

Kabupaten Toho Una-Una terdiri dari sembilan sub wilayah yang memiliki potensi bahaya gempa mulai dari kategori sedang hingga tinggi. Analisis InaRISK menyebutkan bahwa sembilan kecamatan meliputi kecamatan Tojo Barat, Tojo, Ulubonka, Ampana Tete, Kota Ampana, Una Una, Togean, Kepulauan Valea, dan Valea Besar.

Catatan gempa dari Kabupaten Tojo Una-Una menunjukkan bahwa fenomena ini terjadi pada bulan Agustus 2002. Kemudian gempa dengan magnitudo 5,9 dan kedalaman 60 km terjadi di desa Tojo, kabupaten Tojo.

Sebanyak 7 warga mengalami luka berat, 32 luka ringan, 57 rumah rusak berat dan 240 rusak ringan. Rumah juga rusak di beberapa daerah lain, seperti Kampung Sandad, Uedet dan Batua.

“BNPB berkoordinasi dengan BPBD setempat dan memantau situasi pascagempa melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Toho Una-Una. Masyarakat dihimbau untuk waspada dan waspada terhadap potensi gempa, serta informasi palsu atau hoaks terkait gempa tersebut. gempa.” …

Artikel sebelumyaBengkulu menjadi tuan rumah festival Besurek 2021
Artikel berikutnyaPeluang Usaha Industri Animasi di Indonesia