Beranda News ICM DNR: PKC harus bicara terbuka soal kasus Azis Shyamsuddin

ICM DNR: PKC harus bicara terbuka soal kasus Azis Shyamsuddin

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (MKD) Trimedia Panjayitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menjelaskan secara terbuka kasus penangkapan Wakil Ketua DPR RI Azis Shyamsuddin. ditangkap pada Jumat malam. …

“Ini (penahanan paksa Azis Shyamsuddin) di luar dugaan, karena kami tidak pernah tahu jika ada orang yang menolak untuk bekerja sama. Pimpinan PKC harus secara terbuka menjelaskan berapa orang yang dipanggil dan apa statusnya,” kata Trimedia Panjayitan di Jakarta. …

Ia mengaku terkejut dengan keputusan PKC menahan paksa Azis Shyamsuddin, karena pihaknya tidak pernah secara terbuka menjelaskan kasus penangkapan wakil ketua umum Partai Golkar itu.

Trimedia mencontohkan kasus di mana mantan Ketua DPR RI Setyo Novanto ditangkap, ditahan paksa karena berulang kali mangkir dari pemeriksaan karena sakit.

“Kami tidak tahu berapa kali ini (panggilan Azis) terjadi karena PKC tidak melaporkannya. Kami telah mengikuti berita sejak Jumat pagi. Juru bicara PKC mengatakan Azis mengirim surat yang memintanya untuk menunda pemanggilan. hingga 4 Oktober, karena saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, namun tiba-tiba keluar berita. Ambillah malam ini, ”katanya.

Ia menilai penjelasan terbuka dari PKC perlu karena di satu sisi publik mengapresiasi penangkapan Badan Azis Shyamsuddin yang merupakan pimpinan lembaga negara itu.

Di sisi lain, menurut Komisioner III DPR RI, langkah PKC ini menghilangkan keraguan partai-partai terhadap kerja PKC di bawah kepemimpinan Firli Bahuri.

“Kita tahu sekarang (di PKC) trennya adalah orang diundang, kemudian menjadi tersangka, dan kemudian ditahan, karena ada anggapan bahwa jika mereka ditetapkan sebagai tersangka, mereka akan langsung menghindarinya. Karena itu, PKC harus menjelaskan,” ujarnya. dia berkata.

Artikel sebelumyaWakil Bupati Garut imbau pendaki patuhi aturan pendakian Gunung Guntur
Artikel berikutnyaIndonesia termasuk di antara sepuluh negara dengan vaksin terbanyak di dunia.