Beranda Nusantara Kamp Virakaria ditandai dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Kamp Virakaria ditandai dengan penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Jambi (ANTARA) – Pembukaan Perkemahan Nasional Virakaria (PWN) ke-14 tahun 2021 di Provinsi Jambi dilakukan penanaman pohon dan pembagian benih ikan sebagai langkah konservasi pada Sabtu.

Ketua Gerakan Pramuka Nasional Apartemen Budi Waseso dan Gubernur Jambi Al Haris melakukan penanaman pohon dan menebar benih ikan di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayeti usai menghadiri acara pembukaan PWN ke-14 tahun 2021 di Provinsi Jambi.

Selain itu, anggota PWN juga akan menanam komoditas unggulan di areal camp site yaitu pohon kenari pinang. Penanaman pohon merupakan salah satu kegiatan konservasi yang dilakukan dalam rangkaian acara PWN 2021.

Serta pembagian bibit ikan di danau yang berada di lokasi PWN 2021 oleh Ketua Pramuka Qarnas Budi Vaseso, Gubernur Jambi dan lainnya yang hadir dalam pembukaan PWN 2021 di Jambi.

Pembukaan PWN ke-14 dilakukan di tiga lokasi berbeda secara hybrid, yaitu secara tatap muka dan virtual.

Pembukaan PWN dipusatkan di Camping Abdurrahman Sayeti Musa, Kabupaten Muaro Jambi, sebagai “Main Camp” atau kamp induk. Kemudian digelar di Desa Shingo, Kabupaten Batanghari, sebagai “booster camp” sebagai ajang kegiatan di luar main camp. Dan dibuka secara resmi oleh sekretaris Dewan Pertimbangan Nasional Gerakan Pramuka Seperti Zainudin Amali di Sumut yang digelar secara virtual.

Peserta yang mengikuti PWN di Provinsi Jambi terdiri dari 30 RT. Jika ada dua triwulan daerah yang tidak dapat mengikuti PWN ke-14 di Provinsi Jambi, yaitu triwulan daerah Kalimantan Selatan dan triwulan daerah Kalimantan Utara.

Ketua Gerakan Pramuka Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan PWN 2021 akan dilakukan dalam tiga tahap. Yaitu pra PWN, pelaksanaan PWN dan pasca PWN.

“PWN ke-14 tahun 2021 di Jambi merupakan PWN tangguh yang biasanya bersumber dari kegiatan non fisik, saat ini kegiatan PWN dibarengi dengan kegiatan non fisik berupa pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan BUMDes dan pembangunan berwawasan lingkungan.”, – ujar Sudirman .

Dengan pemberlakuan PWN yang mantap selama tiga tahun ke depan, kegiatan kepramukaan yang telah dilakukan akan terus dipantau dan dievaluasi sehingga dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat di lingkungannya.

Artikel sebelumyaDua tentara korban penembakan KSB di Suru-suru dievakuasi ke Timika
Artikel berikutnyaSleman merundingkan status tanggap darurat banjir lahar dingin Merapi