Beranda Warganet Kelompok sasaran: lonjakan kematian di luar Jawa Bali memperingatkan pihak berwenang setempat

Kelompok sasaran: lonjakan kematian di luar Jawa Bali memperingatkan pihak berwenang setempat

Jumlah kematian pada bulan Juli merupakan bulan dengan jumlah kematian tertinggi selama pandemi di Indonesia.

Jakarta (ANTARA). Koordinator kelompok ahli dan juru bicara gugus tugas COVID-19, Viku Adisasmito, mengatakan kenaikan angka kematian di luar Jawa dan Bali harus menjadi peringatan bagi otoritas setempat.

“Jumlah kematian pada bulan Juli merupakan bulan dengan jumlah kematian tertinggi selama pandemi di Indonesia. Hingga kemarin, total 30.168 kematian tercatat pada bulan ini,” jelas Vick dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB, dipantau dari Jakarta, Kamis.

Ini merupakan peningkatan tajam dari 7.913 kematian pada Juni 2021 dan 5.057 pada Mei 2021.

Vicu menjelaskan, dari 10 provinsi dengan peningkatan kematian mingguan per 25 Juli 2021, lima provinsi di luar Jawa dan Bali terlihat memberlakukan Batasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Sementara Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kematian akibat COVID-19, Vicu mengingatkan perlu juga diketahui provinsi lain di luar Jawa dan Bali.

Daerah seperti Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan termasuk di antara sepuluh provinsi teratas dengan peningkatan kematian mingguan minggu ini.

Kaltim bertambah 189 kematian dibanding minggu sebelumnya, Riau 58 lebih banyak, Sulawesi Selatan 48, Kalimantan Tengah 44 lebih, dan Sumatera Selatan 43 kematian lebih banyak dari minggu lalu.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tersebut belum menggunakan PPKM Level 4,” kata Vicu.

Dia menjelaskan, setelah peningkatan jumlah kasus pada Juni tahun lalu, pemerintah terus meningkatkan fasilitas kesehatan untuk mencegah kematian. Upayanya termasuk menambahkan bangsal isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di beberapa kabupaten.

Wiku mengimbau semua pihak untuk terus berupaya menurunkan angka kematian, dan meminta pemerintah daerah untuk selalu memantau rumah sakit di wilayahnya, mengantisipasi pertumbuhan, memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur dan tenaga medis yang bertugas.

Artikel sebelumyaPemkot Tangerang Luncurkan Layanan Pengaduan Bantuan Sosial
Artikel berikutnyaStok Vaksin COVID-19 Kalbar Habis