Beranda Warganet Kelompok sasaran: Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta membaik

Kelompok sasaran: Perkembangan COVID-19 di Yogyakarta membaik

Zona hijau Republik Tatarstan terus tumbuh

Yogyakarta (ANTARA) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Yogyakarta mengatakan jumlah kasus COVID-19 di kota tersebut membaik bahkan mencatatkan kondisi yang lebih baik sejak Agustus lalu, salah satunya ditandai dengan rendahnya konfirmasi kasus harian.

“Kondisi saat ini mungkin yang terbaik sejak Agustus lalu. Selama September dan Oktober RTH RT terus bertambah dan tercatat persentase tertinggi,” kata Hero Poervadi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu. …

Sesuai aturan PPKM mikro, jumlah RT di Kota Yogyakarta dengan status zona hijau mencapai 98,42 persen, dan sisanya 40 RT atau 1,58 persen merupakan RT zona kuning. Di Yogyakarta 2.535 RT.

“Tidak ada lagi RT dengan zona oranye dan merah. Diharapkan minggu depan jumlah RT yang berstatus zona kuning akan berkurang,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan kondisi epidemiologi, enam dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta berstatus zona kuning, sisanya berada di zona oranye. Di tingkat Kelurakhan, 19 dari 45 Kelurakhan berstatus zona kuning.

Dia mengatakan, hunian tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 juga sangat rendah, dengan rata-rata sekitar 13 persen untuk perawatan intensif dan tempat tidur isolasi.

“Bahkan ada beberapa rumah sakit khusus yang saat ini tidak lagi merawat pasien COVID-19. Ada juga tempat tidur medis yang telah dipindahkan untuk merawat pasien dengan penyakit lain. Tetapi jika perlu, mereka dapat dengan cepat dialihkan, ”katanya.

Hero juga mengatakan pekan lalu bahwa hasil kasus terkonfirmasi positif COVID-19 cukup rendah, sekitar 10 kasus per hari, dengan pasien sembuh lebih banyak.

“Angka kematiannya juga menurun. Kadang ada satu laporan kematian pasien dalam satu hari, atau bahkan tidak ada,” ujarnya.

Pada Rabu (10.06), kembali dilaporkan 12 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Yogyakarta, dimana 14 pasien sembuh atau menyelesaikan isolasi, dan tidak ada pasien yang meninggal. Saat ini ada 149 kasus aktif di kota tersebut.

Terlepas dari kenyataan bahwa jumlah kasus yang terdeteksi kecil, Pahlawan yakin bahwa jumlahnya pengujian penemuan kasus tetap tinggi.

“Kami juga fokus menyelesaikan vaksinasi pada 7 Oktober untuk seluruh warga Yogyakarta yang akan divaksinasi,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPolisi masih mengoordinasikan pemindahan tersangka Munarman ke kejaksaan
Artikel berikutnyaLemhannas mengambil pendekatan "kekuatan lembut" membuat penelitian