Beranda Hukum Kemarin Edhi Prabovo mengajukan banding sebelum pimpinan PKC melanggar etika.

Kemarin Edhi Prabovo mengajukan banding sebelum pimpinan PKC melanggar etika.

Jakarta (ANTARA) – Pada Jumat (23/7), kantor berita ANTARA melaporkan berbagai perkembangan hukum, mulai dari imbauan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhi Prabovo hingga ditemukan cukup bukti dugaan pelanggaran etika oleh pimpinan Pemberantasan. Komisi korupsi (PKC).

Berikut rangkuman berita hukum kemarin untuk disimak pagi ini.

1. Edhi Prabovo akan mengajukan banding atas hukuman 5 tahun penjara

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhi Prabowo mengajukan banding atas hukuman penjara 5 tahun plus denda rupee.

Lagi di sini

2. Dewan tidak menemukan bukti yang cukup tentang dugaan pelanggaran etika oleh pimpinan PKC.

Dewan Pengawas PKC menyatakan bahwa mereka tidak menemukan cukup bukti untuk melakukan sidang etik terkait dugaan pelanggaran etik terhadap lima pemimpin PKC yang dilaporkan oleh staf.

Lagi di sini

3. LBH HKTI melakukan upaya hukum terhadap Moeldoco.

Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Petani Indonesia (LBH HKTI) menyatakan akan mengajukan gugatan terhadap Kepala Staf Presiden Moeldoco terkait keberadaan obat ivermectin produksi PT Harsen Laboratories.

Lagi di sini

4. Pj Direktur Pengelolaan Barang Bukti KPK divonis sanksi ringan.

Pj Direktur Penelusuran Aset, Pengelolaan Barang Bukti dan Penegakan (Labuxi) PKC, Mungki Hadipratikto, mendapat sanksi ringan karena tidak melaporkan hilangnya barang bukti kepada atasannya.

Lagi di sini

5. 1.020 anak menerima remisi untuk memperingati Hari Anak Nasional.

Sebanyak 1.020 anak yang berkonflik dengan hukum telah dibebaskan dari hukuman oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia untuk merayakan Hari Anak Nasional pada tahun 2021.

Lagi di sini

Artikel sebelumyaKemarin Presiden Jokowi "Blusukan" sebelum mengajukan permohonan keuangan pemerintah daerah
Artikel berikutnyaGempa berkekuatan 6,7 melanda Filipina Sabtu dini hari