Beranda Warganet Kemarin Menteri Agama minta mengheningkan cipta sejenak dan RS Wisma Haji tangani...

Kemarin Menteri Agama minta mengheningkan cipta sejenak dan RS Wisma Haji tangani COVID-19

Jakarta (ANTARA). Serangkaian berita menarik kemarin (7 September) diawali dengan Menteri Agama meminta masyarakat mengheningkan cipta selama satu menit pada Sabtu (7 Oktober) dan RS Wism Haji segera mulai merawat pasien COVID-19.

Berikut pilihan beritanya:

1. Menteri Agama mengajak masyarakat untuk mengheningkan cipta selama satu menit bagi mereka yang meninggal dunia akibat COVID-19.

Menteri Agama Yakut Cholil Kumas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengheningkan cipta dan berdoa bagi para korban COVID-19.

“Sabtu, 10 Juli 2021, pukul 10.07 WIB, kita mengheningkan cipta selama 60 detik. Jeda semua kegiatan sejenak, saya doakan para tenaga kesehatan, relawan, masyarakat dan semua orang yang mendahului kita,” kata Yakut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

2. Jokovi: RS Wisma Haji Segera Bekerja Lawan COVID-19

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Rumah Sakit Wisma Haji dapat segera beroperasi pada Sabtu (10 Juli 2021) untuk merawat pasien COVID-19.

“Saya lihat semuanya sudah 99 persen selesai sehingga besok pagi RS Wism Haji bisa bekerja,” ujarnya, Jumat di RS Wism Haji Jakarta.

3. Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 38.124 kasus.

Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 bertambah 38.124 kasus atau total 2.455.912 kasus, menurut Kementerian Kesehatan pada Jumat (7 September) pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, kasus sembuh juga bertambah 28.975 kasus atau sebanyak 2.023.548 kasus, dan meninggal 871 orang atau total 64.631 kasus.

4. Sebanyak 35.775.567 orang Indonesia divaksinasi.

Menurut Kementerian Kesehatan, 35.775.567 orang Indonesia menerima vaksinasi dosis pertama pada Jumat (7 September) pukul 12.00 WIB, meningkat 914.881 dari hari sebelumnya.

Sedangkan yang mendapat vaksinasi dosis kedua sebanyak 14.868.577 jiwa, bertambah 246.075 jiwa dibandingkan hari sebelumnya.

5. Menkes: diberikan nilai CT dari PCR pending varian Delta.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar data polymerase chain reaction (PCR) smear dari daerah tersebut dimasukkan ke dalam sistem Kementerian Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 Delta.

“Kita sudah putuskan sekarang, dengan setiap tes PCR, nilai CT harus masuk ke sistem Kemenkes agar bisa kita pakai untuk memprediksi daerah-daerah yang berpotensi pencemaran delta sungai,” kata Menkes dalam jumpa pers online. . di Jakarta, Jumat.

Artikel sebelumyaSong Seung Heon berbicara tentang masalah mental dan fisik di "Suara 4"
Artikel berikutnyaKemarin, tiga orang asing mengganggu proses tersebut hingga Edhi Prabovo meminta maaf.