Beranda News Kemarin Presiden Jokowi "Blusukan" sebelum mengajukan permohonan keuangan pemerintah daerah

Kemarin Presiden Jokowi "Blusukan" sebelum mengajukan permohonan keuangan pemerintah daerah

Jakarta (ANTARA) – Pada Jumat (23/7), kantor berita ANTARA melaporkan berbagai perkembangan politik, mulai dari Presiden Joko Widodo “blusukan” mencari obat COVID-19 hingga Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian yang mendesak seluruh kepala daerah memanfaatkan pemerintah daerah. keuangan, otoritas untuk memerangi COVID-19.

Berikut rangkuman berita politik kemarin untuk disimak pagi ini.

1. Presiden Jokovi “blusukan” sedang mencari obat untuk COVID-19 di sebuah apotek di Bogor.

Lagi di sini

2. Mendagri mengimbau para kepala daerah menggunakan keuangan daerah untuk memerangi COVID-19.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menggunakan kemampuan keuangan pemerintah daerah (Pemda) yang ada untuk memerangi COVID-19, tanpa harus menunggu kedatangan pemerintah pusat.

Lagi di sini

3. Mongolian People’s Republic: menegur kepala daerah karena tidak mengimplementasikan dana untuk memerangi COVID-19.

Ketua Ingushetia Republik Rakyat Mongolia, Bambang Soesatyo meminta pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menegur sejumlah kepala daerah yang belum menerapkan anggaran untuk memerangi COVID-19.

Lagi di sini

4. Panglima TNI menginstruksikan untuk mempercepat vaksinasi dan distribusi obat.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tiajanto menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat vaksinasi dan pembagian paket obat pemerintah gratis kepada pasien Covid-19 yang diisolasi mandiri (isoman).

Lagi di sini

5. Presiden DPR: Anggaran penanggulangan COVID-19 juga ditujukan untuk melindungi anak.

Presiden Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Poin Maharani meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan belanja anggaran untuk memerangi COVID-19, yang salah satunya dirancang untuk melindungi anak-anak Indonesia yang terkena dampak pandemi.

Lagi di sini

Artikel sebelumyaKelompok sasaran TNI dengan orang Papua di perbatasan budidaya ikan nila
Artikel berikutnyaKemarin Edhi Prabovo mengajukan banding sebelum pimpinan PKC melanggar etika.