Beranda Warganet Kemarin Turki tertarik dengan vaksin Nusantara sebelum mendaftar ke EUA.

Kemarin Turki tertarik dengan vaksin Nusantara sebelum mendaftar ke EUA.

Jakarta (ANTARA) – Serangkaian berita kemanusiaan pada Rabu pagi masih layak dibaca, mulai dari vaksin Nusantara yang diminati Turki, hingga empat produsen vaksin COVID-19 yang mengajukan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia …

Berikut ikhtisar berita Selasa:

1. Para ahli telah mengidentifikasi minat Turki untuk membeli vaksin Nusantara.

Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Prof. Ketua Umum Anwar Nidom mengungkapkan ketertarikan pemerintah Turki untuk membeli vaksin sel dendritik Nusantara dari Indonesia.

“Jelas ada kepentingan asing. Saya mendapat informasi dari Dr Terawan Agus Putranto (penggagas vaksin Nusantar) bahwa negara Turki ingin membeli vaksin Nusantar,” kata Chauul Anvar Nidom, dikonfirmasi ANTARA. melalui telepon pada Rabu sore.

2. Menteri Kesehatan: Indonesia memiliki pengenalan vaksinasi tertinggi keenam di dunia.

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadykin mengatakan Indonesia memiliki tingkat partisipasi penduduk terbesar keenam dalam program vaksinasi COVID-19.

“Vaksinasi tidak ideal di Indonesia, tetapi sebagai informasi, Indonesia menduduki peringkat keenam dunia untuk jumlah penduduk di negara yang berhasil mendapatkan akses vaksinasi kemarin,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam audiensi (RDP). ) dengan Komisi IX. DPR RI menyaksikan secara virtual dari Jakarta pada Rabu.

3. Pakar: Vaksin Nusantara bisa kendalikan mutasi corona.

Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Profesor Chaullul Anwar Nidom mengatakan, vaksin Nusantara bisa digunakan untuk mengendalikan mutasi virus corona di Tanah Air.

“Jika kita hanya mengandalkan vaksin konvensional, bukti varian Delta tidak mengubah kata-kata. Kalau vaksin Nusantara baru 50 hari, kita punya formulasi baru,” kata Chaulul Anwar Nidom usai dikonfirmasi ANTARA melalui telepon, Rabu.

4. Kantor Personalia akan mengoptimalkan kelompok sasaran subarea untuk memantau PMI yang baru datang.

Dinas Sumber Daya Manusia Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengefektifkan peran Satgas Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan untuk memantau pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru datang.

“Kami tidak lagi mengkarantina PMI yang baru datang, tetapi kami masih melakukan pemantauan melalui kelompok sasaran desa dan kecamatan,” kata Direktur SDM Kota Mataram H. Rudi Suryavan di Mataram, Rabu.

5. Empat produsen vaksin COVID-19 telah mengajukan pendaftaran ke EUA di Indonesia.

Sebanyak empat produsen vaksin COVID-19 telah mengajukan proses pendaftaran Izin Penggunaan Darurat (EUA) di Indonesia, kata Penny K. Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Saat ini ada beberapa vaksin yang sedang dalam proses pendaftaran EUA,” kata Penny K. Lukito dalam workshop (Raker) bersama Komisi IX DPR RI yang diamati secara virtual dari Jakarta, Rabu.

Artikel sebelumyaBupati Tanimbara, wortel dan daging sapinya yang manis
Artikel berikutnyaWaspadai kemungkinan hujan lebat dan angin kencang di beberapa provinsi.