Beranda News Kemenag terbitkan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021

Kemenag terbitkan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021

Solo (ANTARA) – Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia meluncurkan Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2021 untuk menjawab dinamika kondisi umat beragama di Indonesia.

“Peluncuran Indeks KUB (Kerukunan Umat Beragama) dilakukan karena gejala intoleransi, ekstremisme, dan disharmonisasi yang ada di beberapa wilayah Indonesia,” kata Ahmad Gunario, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama RI. , di sela-sela presentasi Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2021 di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Senin.

Peluncuran tersebut merupakan langkah strategis, katanya, karena menjadi ruang untuk menyebarluaskan penelitian politik berupa menampilkan keadaan kerukunan umat beragama di Indonesia serta dinamika agama yang sesungguhnya. Selain itu, ia juga mencari formula solusi kebijakan agama yang lebih baik.

“Masukan pemikiran dan penelitian selalu penting untuk membantu merumuskan dan mengambil keputusan berdasarkan data dan fakta,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah harus hadir untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan keagamaan yang terjadi di tanah air.

“Oleh karena itu, membahas dan mengusulkan konsep moderasi beragama dan memperkuat kondisi kerukunan umat beragama adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, kata dia, upaya penguatan forum kerukunan umat beragama juga sejalan dengan upaya Kementerian Agama memperkuat status hukum Keputusan Bersama Menteri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pokok-pokok Pelaksanaan Kewajiban Daerah. Kepala/Wakil Kepala Daerah Bidang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pembangunan rumah ibadah.

“Kita tidak perlu berdebat lagi tentang esensi, itu bagus. Sekarang tinggal kita sosialisasikan dan terapkan dengan baik. Terbukti aturan yang dianut perwakilan jemaah itu menciptakan kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Ia mengatakan, acara yang bekerja sama dengan ISI Surakarta ini juga diharapkan dapat melestarikan seni budaya Indonesia melalui berbagai forum, termasuk forum untuk membina moderasi dan kerukunan umat beragama.

Pada saat yang sama, kelompok ahli Menteri Agama Republik Indonesia Mahmud Syahiddulhak memuji pencapaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2021 yang meningkat signifikan.

“Saya bersyukur indeks KUB tinggi atau bagus rata-rata nasional 72,9. Jika dilihat secara detail, dibandingkan tahun lalu nilainya meningkat 4,93 poin. Artinya, hasil kami, alhamdulillah, “Lebih baik, tentu saja, untuk mendapatkan penilaian seperti itu bukanlah tugas yang mudah. Ini merupakan bentuk kerjasama Kemenag dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaAirlangga yakin kader Golkar akan bersatu padu memenangkan pemilihan umum 2024
Artikel berikutnyaMPR Minta Pimpinan DPR Buka Pikiran Percepat Pengesahan RUU TPKS