Beranda Hukum Kemenkumkham pindahkan empat napi berisiko tinggi ke Nusakambangan

Kemenkumkham pindahkan empat napi berisiko tinggi ke Nusakambangan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memindahkan empat narapidana berisiko tinggi dari Aceh ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan.

“Pemindahan ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya insiden keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan negara,” kata Kepala Lapas Kelas I Batu Jalu Yuswa Panjang dalam keterangan tertulis dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Keempat napi pindahan berinisial D, M, HG dan CM divonis 16 tahun penjara. Keempatnya dipindahkan dari Lapas Kelas IIB Idi dan Lapas Kelas III Lhoknga ke Lapas Khusus IIA di Karanganyar.

“Ini adalah narapidana narkoba dan pembunuhan umum yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi,” dia berkata.

Pergerakan keempat tahanan tersebut diawasi ketat oleh petugas dari Kantor Wilayah (Canville) Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh dan bekerjasama dengan Brimob Polda Aceh.

Keempat napi tersebut tiba di Dermaga Vijayapura, Nusakambangan, Kabupaten Chilakap, Jawa Tengah sekitar pukul 12.45 WIB dan disambut oleh Yuswa Panjang, Kepala Lapas Kelas I Batu Jalu.

Demi keamanan, sebelum dipindahkan ke Lapas Karanganyar, empat orang pertama diperiksa dan digeledah.

Jalu mengatakan pemindahan narapidana berisiko tinggi merupakan bentuk tindakan korektif yang ditujukan untuk mencegah pelanggaran ketertiban dan keamanan di Lapas, termasuk perdagangan narkoba dan kekerasan.

Menurut dia, acara tersebut digelar dengan penuh semangat. kembali ke dasar ini adalah pemasyarakatan berulang.

“Dirut telah meminta kami untuk mengembalikan tanggung jawab dan fungsi lembaga pemasyarakatan pada posisi yang semestinya agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaBPK dan TNI AL Jalin Kerja Sama Penggunaan Rutan
Artikel berikutnyaKSPI: Laporan Pemprov Banten soal TKI bukan pidana