Beranda News Ketua DPD menyambut baik pembukaan umrah.

Ketua DPD menyambut baik pembukaan umrah.

Surabaya (ANTARA) – Ketua DPD RI, AA La Nyala Mahmoud Mattalitti menyambut baik dibukanya Ibadah Umroh Internasional mulai 1 Muharram 1443 H atau Selasa 8 Agustus 2021.

“Kami tentu senang pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali umrah. Masyarakat Indonesia yang mendambakan Tanah Suci bisa memanfaatkan kesempatan ini,” ujarnya saat rehat di Jatim, Senin.

Sayangnya, kata La Nyalla, berdasarkan surat edaran dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang boleh masuk.

Jamaah umrah Indonesia harus menjalani karantina 14 hari di negara yang tidak berstatus dilarang sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi.

“Dengan status dilarang“Masyarakat kita tidak bisa langsung ke sana, sehingga otomatis menambah biaya dan waktu,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

Selain Indonesia, ada delapan negara lain yang masih belum diperbolehkan melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi, yakni India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

“Mereka bisa melihat perkembangan pandemi dan program vaksinasi di Indonesia. Jika situasinya membaik, vaksinasi akan lebih dari 70 persen, mungkin ini akan diperhitungkan. Ini berarti bahwa kita semua harus berpartisipasi dalam mengurangi epidemi dan berhasil dalam memerangi epidemi. program vaksinasi agar Arab Saudi bisa membawa kita ke wilayahnya,” ujarnya.

Menurut Surat Edaran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, selain usia 18 tahun ke atas, syarat jemaah umrah 2021/2022 harus divaksinasi lengkap dengan salah satu dari empat vaksin yaitu AstraZeneca, Pfizer. , Moderna, Johnson & Johnson.

Jemaah haji Indonesia yang divaksinasi dengan vaksin buatan China seperti Sinovac atau Sinopharm masih diperbolehkan asalkan dikuatkan dengan salah satu vaksin yang diakui oleh Arab Saudi.

“Saya yakin meski banyak kondisi, niat baik pasti akan berkurang. Kita berdoa agar pandemi segera berakhir, dan tidak hanya mati, tetapi juga pelaksanaan haji,” kata La Nyala.

Artikel sebelumyaJawa Tengah tidak mengeluarkan sertifikat vaksin sebagai syarat perjalanan
Artikel berikutnyaJalasenastri TNI AL terus "Vaksinasi"