Beranda Nusantara KLHK keluarkan 134 surat peringatan terkait titik api terkait lahan

KLHK keluarkan 134 surat peringatan terkait titik api terkait lahan

Kami telah mengirimkan sekitar 134 email peringatan kepada perusahaan.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan 134 surat peringatan kepada perusahaan dan pemilik lahan yang terpantau titik api atau titik panas

“Kami terus memantau semua titik panas yang ada, dan kami merespons dengan memberi tahu pemilik dan perusahaan tempat kami melihatnya titik panasRatio Ridho Sani, Direktur Utama Kepatuhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK, mengatakan pada konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Senin.

“Kami telah mengirimkan sekitar 134 surat peringatan kepada perusahaan,” tambahnya.

Menurut Rasio, perusahaan yang menerima surat peringatan tersebut tersebar merata di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Nusa Tenggar Timur dan beberapa wilayah Sulawesi.

Ia memastikan, pihaknya akan segera memberikan surat peringatan kepada penanggung jawab lokasi jika ditemukan titik api.

Menurut data KLHK berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua, terdapat 712 titik api antara awal Januari hingga 28 Agustus 2021. Jumlah titik akses terbesar diamati pada Agustus 2021 – 235 titik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana KLHK untuk Perubahan Iklim (PPI) Lakshmi Dwanti mengatakan, pihaknya terus melakukan tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Ia menjelaskan, antara Januari hingga Juli 2021, luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 105.788 hektar.

“Ada banyak upaya dalam peringatan berbasis data dan deteksi dini. memanggang Kami kemudian melakukan patroli yang terencana dan komprehensif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata CEO PPI Lakshmi.

Upaya juga dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan melalui sosialisasi dan kampanye di lapangan, membangun komunitas pemadam kebakaran dan melakukan perubahan kondisi cuaca.

Artikel sebelumya40 gempa bumi melanda Aceh dan Sumatera Utara pada minggu keempat Agustus 2021.
Artikel berikutnyaIlmuwan: Kemudahan investasi harus dibarengi dengan pengawasan lingkungan.