Beranda Nusantara KLHK meminta bisnis untuk mengatasi masalah perubahan iklim di AMDAL

KLHK meminta bisnis untuk mengatasi masalah perubahan iklim di AMDAL

Kegiatan usaha yang ditandai dengan adanya AMDAL merupakan momen penting untuk mendukung kontribusi penurunan emisi.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta dunia usaha mempertimbangkan potensi dampak lingkungan terkait perubahan iklim dalam analisis Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam rencana bisnis atau proyek mereka.

“Kegiatan usaha yang ditandai dengan AMDAL merupakan momen penting untuk mendukung kontribusi dalam hal pengurangan emisi, karena dokumen lingkungan ini akan dapat menjawab apa yang akan dilakukan di perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono . … di webinar Pameran dan Forum Virtual Perubahan Iklim Indonesia 2021 akses di Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan AMDAL bekerja sama dengan isu perubahan iklim yang sedang terjadi di Indonesia.

AMDAL memberikan panduan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan produsen dan konsumen ketika membuang limbah dan emisi karbon dari industrialisasi, katanya.

“Ketika semua sektor yang akan membangun negara ini akan dikaitkan dengan pasar pertambangan dan pengolahan,pemandangan ” itu integrasi yang hebat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 merupakan payung bagi kita semua,” ujarnya menjelaskan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Dikatakannya, pembangunan berkelanjutan tidak lepas dari betapa pentingnya peran lanskap, ekonomi, sosial dan lingkungan di dalamnya.

Bambang juga menjelaskan, pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan Survei Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Jika semua pihak berkomitmen dan tidak lepas dari membangun sistem informasi dan perangkat yang telah disebut-sebut sebagai bagian penting dari KLHS dan AMDAL yang perlu diredam, maka dampak pencemaran dan kerusakannya, ujarnya.

Artikel sebelumyaKLHK mengkonfirmasi rekomendasi "wastafel bersih" karbon di sektor hutan dan lahan pada tahun 2030
Artikel berikutnyaTim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di hutan lindung Giam Siak Kesil