Beranda Nusantara KLHK menerapkan langkah-langkah adaptasi perubahan iklim di pantai

KLHK menerapkan langkah-langkah adaptasi perubahan iklim di pantai

Kita perlu menggabungkan konservasi dengan pemanfaatan ekosistem laut.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengambil langkah untuk mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir.

“Dokumen diperbarui NDC memaparkan beberapa program adaptasi perubahan iklim, program kelautan dalam rangka adaptasi perubahan iklim,” kata CEO KLHK Climate Change Control (PPI) Lakshmi Dwanti dalam diskusi virtual blue carbon yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Beberapa dari program ini termasuk memasukkan adaptasi ke dalam kebijakan dan program pesisir dan kelautan. Dalam dokumen kontribusi pengurangan emisi atau Kontribusi Bertekad Nasional (NDC) menjelaskan bahwa Indonesia akan mengambil tindakan seperti menerapkan adaptasi ekosistem dalam pembangunan pesisir.

Selain itu, pengelolaan ekosistem mangrove secara terpadu akan dilaksanakan dan pengendalian pencemaran di wilayah pesisir dan laut akan diperkuat, termasuk pengelolaan sampah plastik di kawasan tersebut.

Pemerintah juga akan mengembangkan kawasan pesisir yang tahan iklim. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran penting ekosistem pesisir dan meminimalkan dampak bencana alam.

Juga memulihkan wilayah pesisir yang rusak dan meningkatkan aspek sosial ekonomi masyarakat di sekitar wilayah pesisir yang bergantung pada sumber daya di wilayah tersebut.

Langkah itu diambil karena ekosistem pesisir seperti mangrove dan alga dapat menyimpan dan menghasilkan karbon, atau yang dikenal dengan blue carbon atau karbon dioksida. karbon biru

Terkait pemanfaatan potensi karbon biru di kawasan pesisir di Indonesia, Nani Hendiarty, Deputi Kementerian Koordinator Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Kelautan dan Investasi (Kemenko Marves), mengatakan perlu keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan. ekosistem laut.

“Dalam konteks peran atau kepentingan karbon biru Di kawasan pesisir ini, kita perlu menggabungkan konservasi dengan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem laut dan pesisir,” kata Nani saat diskusi.

Kedua peran tersebut penting karena dalam bentuk adaptasi akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan dalam hal mitigasi akan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim di tanah air.

Artikel sebelumyaMuara Sungai Kurau di Babilonia distandarisasi dengan pengerukan.
Artikel berikutnyaQassad memberi penghormatan kepada tentara yang berjuang keras untuk pendidikan