Beranda News Komisi VI DPR mengingatkan pentingnya pengembangan koperasi modern.

Komisi VI DPR mengingatkan pentingnya pengembangan koperasi modern.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sumarjaya Lingih mengingatkan Pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), perlunya mengembangkan koperasi modern di sesuai dengan 2020-2024. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Jadi bisa dibayangkan, membantu koperasi membantu banyak orang dengan akumulasi modal yang sangat besar,” kata Sumarjaya dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Sumarjaya mengingatkan, koperasi memiliki potensi besar untuk pengembangan dan stimulasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengutip angka Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, lanjutnya, jumlah koperasi yang beroperasi per Desember 2020 sebanyak 127.124, dengan volume usaha Rp 174 triliun dan anggota sekitar 25 juta.

Ia juga mengingatkan pentingnya memodernisasi koperasi agar diperoleh sistem pengelolaan yang sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

“Pendanaan itu penting, tapi ingat untuk mendorong koperasi agar lebih kompetitif dan beradaptasi dengan perubahan,” katanya.

Menurut Sumarjay, perkembangan koperasi modern sejalan dengan karakteristik bisnis di masa pandemi yang juga berubah.

Pada tahun 2020, Rp 1 triliun ditransfer ke 63 koperasi pada periode pertama, dan Rp 292 miliar ditransfer ke 37 koperasi pada periode kedua.

Selain itu, pemerintah juga telah mengembangkan konsep digitalisasi koperasi untuk mempermudah peningkatan kualitas koperasi. Menurut dia, bantuan bersama ini sejalan dengan niat pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sumarjaya juga mendukung upaya Menteri Perekonomian Airlang Hartarto yang juga akan memberikan bantuan senilai Rp52,43 triliun kepada sejumlah koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Artikel sebelumyaPengamat berharap pidato Presiden dapat menginspirasi optimisme dalam memerangi COVID-19
Artikel berikutnyaPara ahli mengatakan Anda memerlukan aplikasi perlindungan data khusus saat memasuki mal.