Beranda News Komnas HAM: Pengembangan pariwisata harus memperhatikan pengaruh masyarakat

Komnas HAM: Pengembangan pariwisata harus memperhatikan pengaruh masyarakat

Jakarta (ANTARA) – Komnas HAM mengingatkan pemerintah jika menyangkut pembangunan atau pengembangan sektor pariwisata secara besar-besaran harus memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat.

“Karena itu menyangkut masa depan sumber daya masyarakat di daerah itu,” kata Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin di Jakarta, Rabu.

Hal itu ia umumkan dalam webinar bertajuk “Peranan Mediasi HAM dalam Kasus Dugaan Pelanggaran HAM, Konflik dan Sengketa Agraria di Sektor Pariwisata” sekaligus memperingati Hari HAM Sedunia ke-73.

Dikatakannya, dalam pengembangan dan pembangunan kawasan wisata skala besar, ada beberapa poin utama yang harus diperhatikan sejak awal.

Oleh karena itu, pemerintah atau pemangku kepentingan terkait harus benar-benar mempertanyakan apakah proyek tersebut dapat menjadi masa depan bagi setiap warga di daerah tersebut atau justru akan merugikan. “Kami harus mengajukan pertanyaan yang tepat. Karena kami tidak ingin proyek ini membuat warga negara ini jauh lebih miskin, ”katanya.

Kondisi ini mungkin timbul karena warga yang berada di kawasan pengembangan pariwisata tidak memiliki akses terhadap sumber daya atau barang yang mereka gunakan sehari-hari. “Jadi kalau memang benar-benar menimbulkan kemiskinan dan keterisolasian, saya kira kita perlu mengkaji ulang apakah proyek itu bermanfaat bagi warga,” katanya.

Dengan kata lain, pemerintah perlu duduk bersama membahas hal ini agar proyek pengembangan pariwisata benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di daerah.

Terkait hal itu, ia mencontohkan pembangunan bandara di Pulau Jawa yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata.

Namun, perlu dicatat bahwa proses pembangunan bandara tidak semulus yang dipikirkan banyak orang.

Bahkan, dia mengaku bolak-balik meyakinkan warga yang menguasai daerah itu puluhan tahun lalu. “Agar mereka mau dipindahkan, mereka perlu dibicarakan dan semua haknya dijalankan,” katanya.

Artikel sebelumyaDPR menyampaikan belasungkawa dan doa kepada warga yang terkena dampak erupsi Semeru
Artikel berikutnyaNominasi Golden Disc Awards ke-36