Beranda Warganet Kutai Kartanegara Sumbang Pasien Sembuh di Kaltim

Kutai Kartanegara Sumbang Pasien Sembuh di Kaltim

Di wilayah Kalimantan Timur, ditemukan 809 kasus kesembuhan, di mana 184 di antaranya berada di wilayah Kutai Kartanegara.

Samarinda (ANTARA) – Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi penyumbang kasus sembuh terbesar dalam update harian kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa.

Andi Muhammad Iskhak, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, mengatakan di wilayah Kaltim sebanyak 809 orang sembuh, dengan 184 di antaranya terjadi di wilayah Kutai Kartanegara.

Penambahan kasus sembuh terjadi di Berau: 82 kasus, Kutai Barat – 107, Kutai Timur – 64, Mahakam Ulu – 6, Paser – 38, Penajam Utara – Paser – 48, Balikpapan – 108, Bontang – 111 dan Samarinda – 61 kasus ” , – katanya, – Andi Muhammad Ishaq di Samarinda.

Andi menegaskan masih ada 548 kasus terkonfirmasi positif dan peningkatan tertinggi terjadi di Kutai Kartanegara dengan tambahan 110.
kasus.

Kasus terkonfirmasi positif tambahan dilaporkan di Berau sebanyak 99 kasus, Kutai Barat 28 kasus, Kutai Timur 46 kasus, Mahakam Ulu 4 kasus, Paser 42 kasus, Penajam Paser Utara 16 kasus, Balikpapan 73 kasus, Bontang 76 kasus dan Samarinda 54 kasus.

“Akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kaltim sebanyak 150.698 kasus, sedangkan kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 138.885 kasus,” kata Andi.

Andi menambahkan, penambahan korban meninggal sebanyak delapan orang, dengan rincian kasus Berau 1, Kutai Barat 2, Kutai Timur 1, Pasera 2, Penajam Pasera Utara 1, dan Balikpapan 1.

“Total kematian akibat COVID-19 di Kaltim sebanyak 5.068 orang,” tambah Andi.

Hingga 31 Agustus 2021, 6.745 pasien COVID-19 masih dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri, menurut Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur.

Pasien tersebut tersebar di Balikpapan 1141 orang, Bontang 1.085 orang, Kutai Kartanegara 1.045 orang, Kutai Timur 900 orang, dan Berau 842 orang.

Selain itu Kutai Barat 726 orang, Samarinda 507 orang, Panjam Paser Utara 236 orang, Paser 234 orang, dan Mahakam Ulu 29 orang.

Artikel sebelumyaMahfood: LPSK sangat penting untuk perlindungan saksi dan korban
Artikel berikutnyaPolda Maluku pecat 13 orang