Beranda Nusantara Macan tutul betina tertangkap kamera di Gunung Sangabuan

Macan tutul betina tertangkap kamera di Gunung Sangabuan

Karawang (ANTARA) – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak Ahmad Munavir mengatakan macan tutul yang tertangkap kamera di kawasan hutan Gunung Sangabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diduga serius berjenis kelamin perempuan dewasa.

“Hari ini macan tutul betina terlihat bergerak dari selatan ke utara dan kembali menggunakan jalur yang sama,” katanya dalam siaran pers yang diterima Senin di Karawang.

Munavir yang ditugaskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memotret satwa di Gunung Sangabuan itu juga mengatakan, berdasarkan kamera jebakan, harimau

“Selain macan tutul, babi hutan, musang dan tikus liar juga tercatat sebagai makanan alami mereka,” katanya.

Ia mengatakan, camera trap juga dapat mengidentifikasi suara dan gambar dari 40 jenis burung, 3 jenis primata dan 3 jenis predator.

“Ini kabar baik dan menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati Sanggabuan masih bagus, apalagi status hutan ini adalah hutan di luar kawasan lindung,” katanya.

Menurut hasil ekspedisi ini, setidaknya ada 4 satwa di Sanggabuan yang tergolong dilindungi. Ini termasuk macan tutul jawa, elang jawa, siamang jawa, dan surili. Karena Owa Jawa sendiri merupakan hewan endemik yang dilindungi dan masih banyak ditemukan di Sanggabuan.

Sedangkan macan tutul termasuk dalam kategori dilindungi dan terancam punah. Untuk dimasukkan dalam daftar Appendix I, yang dilarang berburu atau berdagang

di tingkat internasional.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perburuan dan perdagangan macan tutul jawa atau satwa dilindungi lainnya dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100.000.000. (KR-MAK)

Artikel sebelumyaRekaman macan tutul Jawa di Gunung Sangabuan dianggap sebagai kabar baik
Artikel berikutnyaDemokrat berduka atas meninggalnya Sunarty Sri Hadiya Sarvo Edhi Vibovo