Beranda Nusantara Mahasiswa Unismuh belajar konservasi di hutan mangrove Lantebung.

Mahasiswa Unismuh belajar konservasi di hutan mangrove Lantebung.

Sebelum adanya konservasi hutan bakau, kawasan ini rawan banjir.

Makassar (ANTARA) – Mahasiswa sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mempelajari perlindungan lingkungan di hutan mangrove Lantebung, Makassar.

“Tujuannya agar siswa diajak ke Ruang Terbuka Hijau Mangrove (RTH) untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan dan melihat langsung materi yang diberikan di kelas,” ujar koordinator Outing Class yang juga Dr Nurlina Dosen Subair MSi di Makassar, Rabu.

Hutan mangrove ini terletak di pesisir utara Makassar, tepatnya di desa Lantebung, desa Bira, kecamatan Tamalanrea.

Hamparan hutan bakau sepanjang 2 km ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga tempat penduduk setempat mencari kepiting untuk mencari nafkah.

Dalam kegiatan ini siswa didorong untuk mengamati Ruang Terbuka Hijau Mangrove (RTH) sebagai salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas agar siswa lebih aktif dan pembelajarannya lebih bermakna.

Proses pembelajaran di luar kelas, menurut Nurlina, merupakan salah satu model pembelajaran yang saat ini sedang digalakkan oleh program studi mandiri Kampus Studi Mandiri (MBKM). Model ini juga sedang dikembangkan oleh Kurikulum Pendidikan Sosiologi Unismuh yang telah terakreditasi A sejak tahun 2019.

Menurutnya, hal ini tidak hanya sebagai model pengajaran, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap banyak bencana alam yang terjadi belakangan ini, sehingga ia tertarik untuk mengajak mahasiswa untuk mengambil bagian langsung dalam proses pelestarian lingkungan.

“Saya ingin mahasiswa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pelestarian lingkungan dilakukan di sini. Sebelum pelestarian hutan mangrove, kawasan ini rawan banjir, dan rumah warga sering terendam banjir,” kata Nurlina yang pernah diundang sebagai pakar disertasi di Coventry University, Inggris.

Saat masyarakat mulai peduli terhadap lingkungan, masyarakat Lantebung menanam pohon bakau sepanjang 2 kilometer. Kini kawasan tersebut tidak lagi terendam banjir, menjadi rumah yang aman bagi kepiting, penahan abrasi, dan suction cup untuk limbah yang dikirim dari kapal. Bahkan saat ini menjadi mata pencaharian masyarakat.

Melihat hal tersebut, para siswa antusias membuat video edukasi lingkungan sekaligus video promosi pembelajaran wisata mangrove.

“Kegiatan ekstra kurikuler ini sangat membantu kami untuk menambah wawasan,” ujar salah satu mahasiswa, Musdalifa.

Mangrove Lantebung kini menjadi destinasi ekowisata favorit para wisatawan di Kota Makassar. Selain hutan rawa dengan pohon bakau, tempat ini juga dihias dengan indah dengan spot warna-warni, sehingga tempatnya lebih modern atau Instagrammable.

Artikel sebelumyaHujan memicu longsor di dua desa di Kabupaten Kudus.
Artikel berikutnya150 rumah terendam banjir di Lebak