Beranda News Mendagri: Keterlambatan Pembayaran Tunjangan Kerja Bagi ASN Yang Tidak Mau Divaksinasi

Mendagri: Keterlambatan Pembayaran Tunjangan Kerja Bagi ASN Yang Tidak Mau Divaksinasi

Jakarta (ANTARA) –

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengusulkan penundaan pembayaran tunjangan bagi pegawai negeri sipil (ASN) yang tidak mau mengikuti program vaksinasi.

Menteri Dalam Negeri Tito Carnavian dalam keterangan yang diterima Jumat di Jakarta mengatakan, strategi tersebut telah diterapkan di beberapa daerah untuk mendukung percepatan vaksinasi, khususnya untuk ASN.

Mendagri Tito menjelaskan, berbeda dengan upah, tunjangan kinerja merupakan hak manajemen.

Tito Karnavian mengatakan, jika bawahannya baik, pimpinan bisa membayar tunjangan secara penuh. Namun, jika seorang bawahan berkinerja buruk, premi kinerja dapat dikurangi.
“Dia tidak mengikuti perintah atasannya untuk ikut program vaksinasi, terus kalau butuh bonus prestasi, kalau divaksin, maka semua kemungkinan bonus prestasi diberikan, ini salah satu tekniknya,” kata Menhub. pedalaman.
Namun, Mendagri menyarankan agar pendekatan pertama kepada ASN yang tidak mau divaksinasi dilakukan secara meyakinkan. Namun, lanjut Mendagri, jika stakeholder tetap diam, strategi penangguhan berbasis kinerja bisa diterapkan.

Mendagri menjelaskan, vaksinasi saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan mencapai 70 persen dosis vaksinasi pertama pada akhir tahun 2021.
Meski angka vaksinasi dosis pertama secara nasional saat ini 75 persen, lanjut Mendagri, di banyak daerah angkanya hanya di bawah 70 persen.
“Dia (Presiden) menginginkan tidak hanya tokoh nasional, tetapi juga tokoh daerah minimal 70 persen. Untuk apa melindungi masyarakat di daerahnya masing-masing,” kata Mendagri.

Artikel sebelumyaWapres Puji Kerja Damai dan Damai Muktamar NU ke-34
Artikel berikutnyaFraksi Golkar di MPR yakin Gus Yahya bisa mempererat persaudaraan