Beranda Nusantara Menteri LHK Sebut Taman Nasional Amdal Komodo Akan Diserahkan ke UNESCO

Menteri LHK Sebut Taman Nasional Amdal Komodo Akan Diserahkan ke UNESCO

UNESCO merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek infrastruktur di Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kota Nurbaya mengatakan pembangunan di Pulau Rinka di Taman Nasional Komodo telah melewati Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Analisis Mengenai Dampak Lingkungan laporan tersebut akan segera diserahkan ke UNESCO.

“Hasil kajian kelompok independen menunjukkan bahwa laporan tersebut menyatakan bahwa Indonesia harus melaksanakan perencanaan ini sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Standar ini sudah terpenuhi,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota dalam lokakarya bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, yang dipantau secara virtual dari Jakarta, Kamis.

“Sudah selesai dan akan dipresentasikan,” tambahnya.

City mengatakan tidak hanya mempresentasikan AMDAL versi revisi, tetapi juga meminta perwakilan diplomatik Indonesia ke Prancis untuk menjelaskan situasi tersebut kepada UNESCO.

Pengembangan sendiri di Pulau Rinka di Taman Nasional Komodo dilakukan di lahan terbatas sekitar 1,3 hektar, yang sebelumnya terdapat bangunan. Infrastruktur tersebut dimaksudkan untuk dek observasi.

Sebelumnya, pada pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO, pemerintah Indonesia direkomendasikan untuk menghentikan proyek infrastruktur yang dapat mempengaruhi Exorbitant Universal Value (OUV) sebagai kriteria penilaian UNESCO untuk pengakuan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia. …

UNESCO telah meminta peninjauan desain dan pengajuan AMDAL sesuai dengan aturan IUCN.

Kota juga telah menanggapi kekhawatiran UNESCO tentang pembangunan Jalan Trans-Sapua, yang melintasi Taman Nasional Lorenz. Ia menegaskan, dokumen perencanaan lingkungan disusun oleh pemerintah dengan bantuan para ahli dari perwakilan UNESCO dari Jakarta.

“Jadi benar-benar komitmen lingkungan kami tetap kuat, tidak ada yang dilanggar,” kata City.

Artikel sebelumyaBayi gajah di Taman Safari Indonesia diberi nama Bonei oleh Bupati Bogor
Artikel berikutnyaBMKG mengindikasikan ENSO netral akan menjadi La Nina pada akhir 2021