Beranda Warganet Menteri Sumber Daya Manusia: Menangani pekerja anak perlu sinergi dengan pentahelix

Menteri Sumber Daya Manusia: Menangani pekerja anak perlu sinergi dengan pentahelix

Jakarta (ANTARA) – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauzia menyoroti pentingnya sinergi pentahelix dalam meningkatkan efektivitas isu pekerja anak.

Dalam keynote speech-nya dalam debat tentang pekerja anak di Jakarta pada hari Rabu, Ida menyerukan peningkatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media dan masyarakat untuk mengurangi jumlah pekerja anak.

“Sinergi dan integrasi pentaspiral dalam menangani pekerja anak merupakan kebutuhan yang sangat penting agar upaya penanggulangan pekerja anak dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah anak yang bekerja antara usia 10 dan 17 tahun telah turun dari sekitar 3,6 juta pada 2009 menjadi 1,5 juta pada 2019, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Pemerintah menerapkan berbagai strategi dan program untuk menghapus pekerja anak, terutama di sektor-sektor terburuk pekerja anak.

Dalam hal ini, pemerintah telah meratifikasi konvensi International Labour Organization (Organisasi Perburuhan Internasional/ ILO) mengenai usia minimum warga negara dapat bekerja dan tindakan segera untuk menghapuskan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Selain itu, pada tahun 2002, pemerintah menyusun Rencana Aksi Nasional Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (RAN-PBPTA).

Departemen Sumber Daya Manusia juga telah menyebarkan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak di dunia usaha dan melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Program pengurangan pekerja anak dilaksanakan dan, antara tahun 2008 dan 2020, berhasil merekrut 143.456 anak.

“Semua langkah yang diambil mencerminkan kolaborasi dan sinergi dengan elemen pentahelix yang ada dan akan terus kami tingkatkan di masa mendatang,” kata Ida Fauzia.

Artikel sebelumyaCuplikan terakhir "Pasukan bunuh diri" fokus untuk menampilkan Bloodsport
Artikel berikutnyaRibuan anak di Qianjur tertular COVID-19 selama pandemi