Beranda Hukum Menurut hasil lelang mobil Markus Nari, PKC menyetor 550 juta rupee ke...

Menurut hasil lelang mobil Markus Nari, PKC menyetor 550 juta rupee ke kas negara.

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyumbangkan Rp 550 juta ke kas negara dalam lelang Range Rover Landrover milik mantan anggota parlemen Markus Nari dari Fraksi Golkar.

Pj juru bicara PKC Ali Fikri mengatakan bahwa jaksa eksekutif PKC Andri Prihandono menyumbang 550 juta rupee ke kas negara dari lelang barang curian.

“Lelang 1 unit roda empat Landrover Type Range Rover 5.OL 4 X 4 warna hitam, Nopol B 963 MNC, tahun 2010, nomor rangka: SLLMAME3AA328562, nomor mesin: 10051708292508PS beserta satu kunci mobil, satu asli. STNK dan BKB asli,” kata Ali dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Ali, pelaksanaan titipan tersebut berdasarkan isi putusan Mahkamah Agung (MA) nomor: 1998 K/Pid.Sus/2020 tanggal 13 Juli 2020 juncto putusan Pengadilan Tipikor di PT. DKI Jakarta Nomor: 3/PID.SUS-TPK/2020/PT DKI tertanggal 17 Februari 2020 sehubungan dengan putusan Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor: 80/Pid.Sus-TPK/2019/PN .Jkt .Pst tanggal 11 November 2019 atas nama terpidana Markus Nari.

PDA sebelumnya telah melelang Landrover tipe Range Rover milik Markus Nari senilai Rs 550 juta.

Pada Kamis (6 Oktober), KCP melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang I menyelesaikan lelang barang curian berupa 1 unit Landrover Range Rover 5.0L 4 X 4 warna hitam. nomor B 963 MNC., 2010 dijatuhkan dalam kasus terpidana Marcus Nari sebesar Rp 550 juta,” kata Ali di Jakarta, Jumat (6 November).

Markus Nari divonis 8 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta, denda tambahan 8 bulan penjara dan denda ganti rugi tambahan US$ 900.000, denda tambahan 3 tahun penjara.

Dalam kasus ini, terbukti Marcus Nari menerima US$ 400.000 dari Andi Narogong selaku koordinator pemungut biaya proyek e-ID terkait proyek e-ID, dan US$ 500.000 dari keponakan Novanto Irvanto Hendra Pambudi Kahio di kantor Jaringan Novanto di lantai 12 gedung DPR RI.

Selain itu, Markus Nari menghalangi penyidikan kasus dugaan korupsi terhadap Miriam S. Haryani dan persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus korupsi e-KTP.

Artikel sebelumyaHujan kembali "Saya siap!"
Artikel berikutnyaMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Agenda Perubahan Iklim Indonesia Tidak Tertinggal