Beranda Warganet Merayakan Tahun Baru di Malang Tanpa Keramaian

Merayakan Tahun Baru di Malang Tanpa Keramaian

tidak ada kerumunan yang signifikan

Malang, Jawa Timur (ANTARA). Perayaan malam tahun baru di kawasan Malang, Jawa Timur dilaporkan sepi, di mana sejumlah jalan protokol dan tempat berkumpul sepi.

Berdasarkan pantauan ANTARA, Sabtu pagi di kawasan Soekarno-Hatta yang terletak di Desa Tulusrejo, Kecamatan Lovokwaru, sepi dan tidak ada kemacetan pada malam pergantian tahun.

Pada tahun-tahun menjelang pandemi penyakit akibat penyebaran virus corona, kawasan Soekarno Hatta menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Selain itu, di lokasi lain yakni di depan Balai Kota Malang atau Alun-Alun Tugu juga terlihat sepi pengunjung. Sementara itu, di kawasan Jalan Ijen yang terletak di Desa Gadingkasri, Kecamatan Kloen, juga terpantau kosong.

Suasana di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, pada malam pergantian tahun, Jumat malam (31/12/2021). (ANTARA/Vicky Febrianto)

Dari semua titik yang diamati, ada beberapa warga yang menghabiskan waktu di kawasan tersebut. Namun, masyarakat yang berada di kawasan tersebut tidak menjadi penyebab terjadinya kemacetan yang berujung pada munculnya kemacetan lalu lintas.

Diberitakan, pada malam pergantian tahun di wilayah Malang tahun ini, cuaca mendung dengan suhu berkisar 22 derajat Celcius. Hujan di Kota Malang pada siang hari, namun tidak merata.

Wali Kota Malang Sutiaji usai memantau sejumlah titik di wilayah Malang mengatakan, titik-titik yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat pada tahun-tahun sebelum pandemi COVID-19 sepi pada malam pergantian tahun.

“Tidak ada kerumunan orang yang signifikan. Termasuk Lapangan Merdeka, inilah salah satu poin yang diminati masyarakat saat tahun baru. Semua fasilitas umum akan kami tutup,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Kelurakhan dan pihak kecamatan terus memantau tempat-tempat bisnis yang ramai. Jumlah pengunjung kafe dan rumah makan yang beroperasi hingga malam hari diatur dalam aturan PPKM Tingkat 1.

Walikota Malang Sutiaji (kanan) saat mengunjungi Jalan Soekarno Hatta di Malang, Jawa Timur, Jumat malam (31/12/2021). (ANTARA/Vicky Febrianto)

Selain itu, lanjut Sutiaji, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang juga telah melakukan uji acak antigen smear di kafe-kafe yang beroperasi. Sejauh ini, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sudah cukup baik.

“Kami juga mengambil sampel (uji antigen acak), sebagian besar orang divaksinasi. Rata-rata lebih dari 97 persen masyarakat menggunakan masker saat berada di luar rumah,” ujarnya.

Sebanyak 15.651 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Malang, dengan empat kasus aktif dilaporkan. Dilaporkan 14.515 orang sembuh dari total, 1.132 orang dinyatakan meninggal.

Artikel sebelumyaPolisi Papua menerima bantuan dari Kapolri untuk menanam padi untuk mempercepat vaksinasi
Artikel berikutnyaBandara Internasional Juanda siap menerima TKI yang pulang